Peringati Hari Jantung Sedunia, Waspadai Penyakit Gagal Jantung

Hari Jantung Sedunia atau biasa dikenal dengan Heart Day diperingati setiap tanggal 29 September. Hari Jantung tahun ini mengundang masyarakat untuk mempelajari lebih lanjut tentang spektrum penyakit kardiovaskular yang berbeda.

Beberapa penyakit kardiovaskular antara lain penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, aritmia, dan penyakit jantung katup.

Meskipun tidak banyak orang dengan penyakit arteri koroner, kebanyakan kasus gagal jantung bersifat permanen. Penderita juga memiliki harapan hidup yang lebih rendah.
Dokter Jantung, Dr. Siti Elkana Nauli SpJP, gagal jantung merupakan kondisi dimana jantung tidak berfungsi secara maksimal saat memompa darah. Darah yang dipompa tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan seluruh jaringan tubuh.

BACA JUGA  Waspadai Apabila Anak Lemas dan Tak Konsentrasi Saat Beraktifitas

Akibatnya, pasien mengalami gejala seperti kelelahan dan sesak napas saat beraktivitas. Beratnya gejala tergantung dari stadium atau stadium gagal jantung, ”kata Dr. Siti dalam siaran pers yang diterima , Senin (28/9/2020).

Riset tersebut dilakukan oleh Perhimpunan Ahli Jantung dan Spesialis Vaskular di Indonesia melalui pencatatan data pasien jantung antara tahun 2017 dan 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 2000 pasien gagal jantung menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner dan diabetes.

BACA JUGA  Olahraga Berikut Ini Mampu Turunkan Kadar Kolesterol

Angka morbiditas dan mortalitas pada pasien gagal jantung sangat tinggi. Kualitas hidup jauh lebih buruk dibandingkan dengan penyakit jantung lainnya.
“Harapan hidup selama 5 tahun hanya sekitar 50%.” Pada pasien rumah sakit, angka kematiannya bahkan lebih tinggi, 17-20% meninggal dalam waktu 30 hari pengobatan, ”lanjutnya.

Biaya perawatan dan perawatan pasien gagal jantung juga sangat tinggi. Salah satu pemicunya adalah pasien harus dirawat di rumah sakit berulang kali ketika gejala memburuk.
“Semakin sering pasien dirawat di rumah sakit, semakin sulit pengobatannya dan semakin banyak komplikasi yang muncul. Bahkan pasien bisa kebal terhadap pengobatan dan akhirnya berakhir pada stadium terminal gagal jantung,” pungkasnya.

BACA JUGA  Konsumsi Buah Mangga Bermanfaat Untuk Turunkan kolesterol

Leave a Comment