Pemerintah Buka Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 10

Pemerintah telah resmi membuka pendaftaran Program Kartu Pra Kerja gelombang ke-10. kuota terbuka adalah 116.261.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan pendaftaran gelombang 10 telah dibuka hari ini. Artinya, total kuota 5,6 juta pelamar kartu pra kerja sudah terpenuhi.

“Ini melengkapi total kuota penerima kartu pra kerja tahun anggaran 2020,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Minggu (27/9/2020) di Jakarta.
Banyaknya pendaftar yang mencakup semua kabupaten dan kota dalam waktu kurang dari 7 bulan menunjukkan tidak hanya tingginya minat dan / atau kebutuhan pemerintah kota terhadap program tersebut, tetapi juga kemudahan akses masyarakat terhadap program tersebut.

BACA JUGA  Pantau Pergerakan 8 Saham Ini di Tengah Tren Pelemahan IHSG

“Pendaftaran sederhana ini sangat penting untuk memberikan masyarakat akses yang luas ke berbagai kursus pelatihan guna mendukung cita-cita SDM Unggul, Indonesia Maju,” ujarnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 11 tahun 2020, setiap penerima kartu pra-kerja harus mendapatkan bantuan untuk mengikuti kursus pelatihan pertama dalam waktu 30 hari setelah menerima kartu pra-kerja. Jika tidak, keanggotaan mereka akan dicabut.

Hingga saat ini, terdapat 189.436 orang yang dicabut keanggotaannya atau 3,46% dari jumlah penerima kartu yang sudah tidak berlaku lagi gelombang 1-9 dengan total 5.480.918 orang. Sebanyak Rp 672,4 miliar disetor ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN) atas pencabutan kepesertaan ini.
Panitia Penciptaan Kerja memutuskan bagaimana dan kapan dana yang dikembalikan ke RKUN ini akan ditarik kembali dan dialokasikan kepada peserta lain.

BACA JUGA  29 Sekolah Kedinasan yang Bisa Dipilih Pelamar CPNS 2021

Sekadar informasi, program Kartu Pra-Kerja adalah biaya pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, daya saing, dan kewirausahaan tenaga kerja Indonesia. Kartu pra-kerja tidak menggunakan kartu fisik, menggunakan 16 digit unik, sebuah kartu kredit, yang sisanya dapat digunakan untuk membayar pelatihan. Target penerima Kartu Pra Kerja adalah Warga Negara Indonesia berusia 18 tahun ke atas yang saat ini tidak bersekolah / kuliah.

Untuk merespon dampak pandemi Covid-19, kartu pra kerja merupakan bantuan semi sosial. Setiap penerima kartu pra-kerja akan menerima biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan insentif pasca pelatihan sebesar Rp2,4 juta.

BACA JUGA  Link Terbaru Cek Bansos 2021: https://cekbansos.kemensos.go.id

Insentif dibayarkan secara bertahap selama 4 bulan dengan tarif Rp 600.000 per bulan dan insentif maksimum menurut survei Rp 150.000 untuk 3 survei penilaian.

Leave a Comment