Hari Ini Tahapan Kampanye Pilkada Serentak 2020 Dimulai

Tahapan kampanye Pilkada 2020 dimulai hari ini. Peserta pemilu akan berupaya agar pemilih memilihnya pada hari pencoblosan, 9 Desember 2020.
“Iya betul (kampanye dimulai hari ini),” kata Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Menurut jadwal resmi KPU, periode pemilu antara 26 September hingga 5 Desember. Juga akan ada waktu istirahat dari 6 hingga 8 Desember. Selain itu, waktu pemungutan suara adalah 9 Desember.

Pada pilkada serentak tahun ini, 270 daerah akan menggelar pilkada. Rinciannya dari 270 wilayah tersebut adalah 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Seharusnya Pilkada 2020 diikuti 269 daerah sekaligus, namun menjadi 270 karena Pilkada kota Makassar diulang.

BACA JUGA  KPU Tegaskan Kepada Cakada Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Beberapa daerah tersebut adalah Provinsi Sumatera Barat, Kota Medan, Kota Depok, Kota Surabaya, Kota Surakarta, Kota Tangerang Selatan dan lain sebagainya.

Para peserta pemilu harus mengingat aturan kampanye selama pandemi virus corona. Peserta dilarang mengadakan konser musik. Peraturan terbaru yang melarang konser musik adalah Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pilkada Dalam Kondisi Non Bencana Alam COVID-19.

Dikutip dari situs Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) KPU, Kamis (24/9), PKPU itu telah mengganti pasal membolehkan konser dalam Pilkada. Pasal itu adalah pasal 63.

BACA JUGA  Sangsi Denda Bagi Warga Dan Pengusaha Yang Membandel PSBB DKI

PKPU Nomor 13 Tahun 2020

Pasal 63
Kegiatan lain yang tidak melanggar larangan Kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf g dilaksanakan dalam bentuk Kampanye melalui Media Sosial dan Media Daring.

Adapun soal Pasal 57 huruf g yang disebut di atas adalah mengatur soal metode yang dibolehkan dalam kampanye Pilkada serentak, tidak boleh melanggar larangan kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam Pasal 88, KPU secara eksplisit melarang konser. Bila tetap menyelenggarakan konser, maka sanksinya adalah peringatan tertulis, pengehntian dan pembubaran kampanye, dan larangan melakukan metode kampanye yang dilanggar selama tiga hari. Berikut bunyinya:

BACA JUGA  Yusril : Mendagri Tak Punya Kewenangan Untuk Copot Kepala Daerah

PKPU Nomor 13 Tahun 2020

Pasal 88C

(1) Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon, Tim Kampanye, dan/atau pihak lain dilarang melaksanakan kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf g dalam bentuk:

a. rapat umum;
b. kegiatan kebudayaan berupa pentas seni,
panen raya, dan/atau konser musik;
c. kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai,
dan/atau sepeda santai;
d. perlombaan;
e. kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor
darah; dan/atau
f. peringatan hari ulang tahun Partai Politik.

BACA JUGA  Profil Singkat Menteri Sosial Yang Jadi Tersangka Korupsi Bansos

Leave a Comment