Laporan Harta Kekayaan Gibran Sebagai Cawalkot Solo

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan dua pasangan calon yang akan mengikuti ajang Pilkada Kota Solo. Ada Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang didukung delapan parpol, dan Bagyo Wahyono-FX Suparjo dari jalur independen.

Sebagai calon kepala daerah, mereka harus melaporkan asetnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gibran diketahui memiliki aset Rp 21 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses di elhkpn.kpk.go.id.

Dia melaporkan aset tersebut pada Rabu, 2 September 2020. Informasi terkait tanah dan bangunan senilai total Rp 13,4 miliar. Tanah dan bangunan Gibran tersebar di Solo dan Sragen.

BACA JUGA  Munarman Ungkap Kronologi Penembakan Pengawal Habib Rizieq

Sedangkan alat dan transportasi yang dilaporkannya senilai Rp682 juta, terdiri dari:

1. Motor Honda Scoopy, hasil sendiri Rp7.000.000

2. Motor Honda CB-125 Tahun 1974, hasil sendiri Rp5.000.000

3. Motor Royal Enfield Tahun 2017, hasil sendiri Rp40.000.000

4. Mobil Toyota Avanza Tahun 2016, hasil sendiri Rp90.000.000

5. Mobil Toyota Avanza Tahun 2012, hasil sendiri Rp60.000.000

6. Mobil Isuzu Panther Tahun 2012, hasil sendiri, Rp70.000.000

7. Mobil Daihatsu Grand Max Tahun 2015, hasil sendiri, Rp60.000.000

BACA JUGA  Minimalisir Konflik, Semua Gajah Sumatera akan Dipasangi GPS Collar

8. Mobil Mitsubishi Pajero Sport Tahun 2016, hasil sendiri, Rp350.000.000

Gibran, putra Presiden Joko Widodo, juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp 260 juta. Sedangkan kas dan setara kas berjumlah Rp 2.154.396.134 . Serta aset lainnya sebesar Rp5.552.000.000.

Ia diketahui memiliki utang juga sebesar Rp. 895.586.004 jadi total asetnya Rp. 21.152.810.130.

Pilkada Kota Solo mempertemukan dua pasangan calon, yakni Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa versus Bagyo Wajyono-FX Supardjo (BaJo). Gibran adalah putra sulung Presiden Jokowi yang kini juga menjadi kader PDIP. Teguh Prakosa kini menjadi anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Solo.

BACA JUGA  Arief Budiman Positif Covid-19 di Tengah Tuntutan Penundaan Pilkada

Mereka didukung oleh mayoritas parpol pemegang kursi DPRD. Gibran-Teguh hampir tidak memiliki lawan sebelum Bagyo Wahyono-FX Supardjo dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon independen oleh KPU.

Bagyo Wahyono adalah seorang penjahit yang biasa mengantarkan barang ke Pusat Grosir Solo. Sedangkan Supardjo adalah pegawai swasta yang sehari-hari juga menjabat sebagai ketua RW di Pajang. Mereka maju dari jalur independen setelah berhasil mengumpulkan lebih dari 30.000 KTP.

Leave a Comment