Pakar Epidemiologi Tanggapi Soal Klaster Baru Virus Covid-19

Pakar Epidemiologi Tanggapi Soal Klaster Baru Virus Covid-19

Satgas Covid-19 menemukan cluster baru penyebaran virus corona (Covid-19) di Jakarta. Cluster baru ini mencakup hotel, pesantren, tempat hiburan malam, dan pernikahan.

Griffith University, Australia, ahli epidemiologi Dicky Budiman mengatakan, munculnya cluster baru penyebaran Covid-19 merupakan konsekuensi dari pandemi yang tidak terkontrol ini. “Munculnya cluster ini merupakan konsekuensi logis dari pandemi Covid-19 yang tidak terkendali di Indonesia,” kata Dicky, Kamis (23/9/2020).

Dicky mengatakan, pembentukan cluster baru menjadi masalah saat ini. Ini menunjukkan bahwa strategi dasar pengendalian Covid-19 seperti pengujian, pelacakan, dan isolasi belum sepenuhnya diterapkan. “Strategi dasarnya adalah mengendalikan pandemi sehingga banyak orang tidak terdeteksi. Meski membawa virus, virus ini menyebar dan menyebabkan cluster hotel, pondok pesantren dan segala macam perkawinan,” katanya.

Selain itu, Dicky menekankan bahwa selain menggunakan strategi dasar untuk menangani Covid-19, diperlukan pula strategi komunikasi risiko untuk menghindari terciptanya cluster baru. Strategi komunikasi risiko ini terdiri dari pemberian informasi yang membuat masyarakat peka terhadap penyebaran virus corona. “Sehingga bisa menumbuhkan kesadaran dan peran aktif masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Satgas Data dan Informatika Satgas Covid-19 Penanggulangan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkap cluster baru sebaran Covid-19 di DKI Jakarta, yakni cluster hotel, pondok pesantren, Hiburan malam dan pernikahan. “Malah ada beberapa yang baru belum ada clusternya dulu. Misalnya cluster hotel sudah mulai ada, ada pesantren, ada nightlife,” kata Dewi.

Data cluster hotel teridentifikasi 0,01% atau 3 kasus, pesantren 0,01% atau 4 kasus, hiburan malam 0,01% atau 5 kasus, dan kegiatan perkawinan 0,07% atau 25 kasus. Dicky menambahkan, Indonesia belum memasuki puncak pandemi Covid-19. Padahal kasus baru Covid-19 terus berkembang dan semakin tinggi setiap harinya. “Memang sulit untuk memprediksi kapan pandemi Covid-19 akan memuncak di Indonesia.

Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kurva yang beragam. Indonesia belum berada di puncak kurva pandemi. Makanya memang untuk tempat lain yang sulit ditebak dengan tepat kapan waktu puncaknya dan Indonesia memiliki kurva pandemi yang beragam karena kepulauannya, ”tambahnya.

Diketahui, banyaknya kasus baru positif Covid-19 di Indonesia kembali memecahkan rekor. Ditemukan total 4.465 kasus baru muncul pada Rabu, 23 September 2020. Jumlah itu menambah 257.388 orang ke daftar kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Bahkan rekor tertinggi pernah dipecahkan pada 21 September 2020 dengan 4.176 kasus. Jumlah tersebut merupakan hasil penelusuran dengan pemeriksaan 38.181 sampel menggunakan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *