Arab Saudi Akan Buka Kembali Ibadah Umroh Secara Bertahap

Arab Saudi Akan Buka Kembali Ibadah Umroh Secara Bertahap

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara bertahap akan mencabut penangguhan atau larangan sementara umrah dan kunjungan ke tempat-tempat suci. Tempat-tempat suci tersebut telah ditutup sejak Maret karena pandemi baru (Covid-19).

“Penghentian sementara Umrah dan kunjungan ke dua masjid suci itu secara bertahap akan dicabut,” kata Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammed Saleh Benten.

“Pelaksanaan umrah dan mengunjungi tempat suci secara bertahap tergantung pada solusi teknis yang memungkinkan penyedia layanan umrah untuk lebih meningkatkan layanan mereka dan untuk beriklan secara lokal dan global,” lanjutnya saat berbicara di forum virtual kedua. ditujukan untuk pengayaan. pengalaman jemaah umrah, dikutip dari Gulf News, Selasa (22/9/2020).

Menteri tersebut mencontohkan, akan ada lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional yang bisa menangani penyampaian layanan masyarakat melalui jalur elektronik sehingga penyedia layanan umrah bisa menindaklanjuti jemaah haji bila diperlukan.

Dia mencatat, penggabungan perusahaan umrah akan membuat mereka lebih kuat dan lebih efisien untuk memberikan layanan berkualitas kepada sekitar 16 juta jemaah umrah dalam dan luar negeri setiap tahunnya.

Kartu pintar baru akan dikeluarkan untuk perusahaan-perusahaan ini selama masa transisi dan kartu ini akan digunakan untuk pertama kalinya untuk melayani pengunjung Masjid Nabawi dalam dan luar negeri. “Kami ingin melayani 30 juta jamaah setiap tahun pada tahun 2030,” katanya.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Fattah Mashat mengatakan merger dan akuisisi di sektor Umrah akan secara signifikan mengurangi biaya operasional dan berkontribusi pada efisiensi operasional dan diversifikasi layanan yang lebih besar karena aset dan kemampuan keuangan yang lebih tinggi.

“Sistem haji dan umrah tidak hanya sebatas pelayanan haji dasar saja karena ada paket lengkap dan ragam pelayanan yang bisa disediakan oleh swasta, seperti pelayanan penunjang dan logistik, yang akan berperan penting dalam mencapai tujuan Visi 2030, “tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *