Keraguan Mendagri Tito Soal Aturan Kampanye Pilkada 2020

Keraguan Mendagri Tito Soal Aturan Kampanye Pilkada 2020

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan perlunya membatasi kegiatan yang melibatkan banyak orang di setiap tahapan pemilihan umum daerah (Pilkada) 2020. Termasuk saat tahap kampanye Pilkada 2020. Tito langsung mengatakan tidak setuju dengan aturan yang mengizinkan konser atau rapat umum.

“Sama seperti saya minta maaf untuk rapat umum, saya tidak setuju rapat umum apalagi konser. Saya tidak setuju, jadi saya langsung menulis surat ke KPU. Kementerian Dalam Negeri menolak.” Tito mengatakan dalam siaran persnya pada Minggu 20 September 2020.

Namun, kampanye tidak dapat sepenuhnya dibatasi. Alasannya, ini hanya menguntungkan incumbent.
“Kalau massa semua dibatasi, incumbent yang diuntungkan karena incumbent punya banyak kekuasaan dari 270 daerah,” ujarnya.

Dia mengatakan non-incumbent juga ingin popularitas dan elektabilitas mereka meningkat. Kemudian diberi ruang yang disebut rapat terbatas. Ia menyarankan agar kampanye atau rapat terbatas hanya dihadiri maksimal 50 orang.

Tito mengatakan kampanye seperti konser bisa menggunakan media digital. Dimana bisa disaksikan oleh banyak orang melalui streaming.
“Ini sebenarnya kesempatan bagi penyelenggara acara kampanye. Nah, ada hambatan yang tidak memiliki saluran komunikasi yang baik. Tapi ada RRI dan TVRI yang bisa menjangkau dan mungkin masih terbatas kampanye di beberapa zona hijau,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *