Beragam Resiko Dan Dampak Negatif Kencan via Aplikasi Online

Beragam Resiko Dan Dampak Negatif Kencan via Aplikasi Online

TIDAK sedikit kasus kencan online yang berjalan buruk. Yang paling baru terjadi adalah seorang korban dari Kota Kalibata yang diduga melakukan hubungan asmara buta di aplikasi kencan online.
Namun, cukup banyak yang berhasil menjalin kencan online. Ya, dengan kata lain, Anda bisa mendapatkan jodoh menggunakan aplikasi kencan online. Tapi Anda tetap harus berhati-hati dengan teman online ini.

Karena Anda mungkin terjebak oleh kencan online. Nah, dalam artikel ini, kami mencoba menjelaskan kepada Anda beberapa risiko buruk yang dapat ditimbulkan oleh hubungan kencan online.

Informasi yang dicantumkan palsu

Ketika Anda bertemu melalui aplikasi online, Anda tidak tahu seperti apa orang itu sebenarnya. Informasi berupa foto, alamat atau biografi bisa jadi merupakan informasi yang salah.
Saat kita mengobrol dengan orang ini, mereka mungkin menunjukkan sikap yang baik, tetapi kita tidak mengetahui sifat dan kepribadian orang tersebut yang sebenarnya. Kita bisa mengobrol dengan orang dengan niat buruk.

Masalah privasi

Jika Anda memberikan alamat rumah dan alamat email Anda yang sebenarnya serta informasi pribadi Anda yang lengkap, ini dapat menyebabkan penyalahgunaan. Jangan hanya memberikan informasi pribadi Anda kepada seseorang yang baru Anda temui melalui aplikasi kencan online untuk mencegah penipuan.

Pemalsuan status hubungan

Ini adalah salah satu masalah terbesar dalam menggunakan aplikasi kencan online. Kami tidak tahu status sebenarnya dari lawan bicara yang kami ajak bicara. Orang tersebut bisa saja berbohong dan mengatakan bahwa dirinya lajang padahal sudah menikah.

Rawan penipuan

Ada begitu banyak penipuan yang terjadi di media sosial dan situs kencan online. Mereka (pelaku) memposting profil palsu dengan berpura-pura menjadi seseorang yang tampan dan menarik secara visual, bahkan padahal sebenarnya tidak.

Bisa jadi orang tersebut adalah orang dewasa yang ingin berhubungan seks dengan remaja. Ya, pertama-tama mereka akan mencoba melakukan percakapan menggunakan fungsi obrolan. Biasanya mereka berperilaku sangat baik, memastikan calon korban menemukan simpati.

Setelah korban yakin bahwa mereka memiliki reputasi yang baik, mereka memulai niat jahatnya, mis. B. meminta korban untuk mengirim uang atau barang, meminta pertemuan dunia nyata, dan kemudian melakukan pelecehan seksual terhadap korban, dan seterusnya. Oleh karena itu, kita juga harus berhati-hati saat menggunakan aplikasi online ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *