Peneliti: Menunda Pilkada 2020 Dinilai Bukan Berarti Gagal Berdemokrasi

Pilkada serentak 2020 semakin mendapat kecaman. Sejumlah kalangan mulai mengkhawatirkan maraknya penyebaran virus Sars-Cov-II di panggung Partai Demokrat di 270 wilayah.

Data yang dipublikasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memasukkan 60 calon kepala daerah potensial yang merespon positif Covid-19 (virus Corona). Kabar terbaru dari Ketua KPU Arief Budiman positif mengidap Covid-19. Arief mengikuti temannya yang sebelumnya terinfeksi, Evi Novida Ginting.

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadil Ramadhanil mendesak KPU, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan pemerintah segera berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 terkait risiko penularan dan pemutakhiran. Berurusan dengan Covid-19.

“Kami mendesak KPU, DPR, dan pemerintah untuk membuat indikator yang terukur berdasarkan data dan informasi dari Satgas Penanganan Covid-19. Dari 270 daerah mana saja yang siap dan aman untuk menyelenggarakan pilkada,” kata Fadil tertulis. Penjelasan diterima dari SINDOnews. , Jumat (18 September 2020).

Menurut dia, langkah ini dimaksudkan agar pemilu tidak menjadi titik penyebaran Covid-19 yang lebih luas. Perludem meminta pemerintah, DPR, dan KPU mengkaji opsi penundaan Pilkada.

Pasalnya, penyebaran Corona terus meningkat dan bisa mengancam siapa saja. Data terakhir dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah orang yang terpapar 236.519 orang, pulih 170.774 orang dan meninggal 9.336 orang.

Fadil mengatakan, pemerintah harus menjamin, memprioritaskan, dan menjamin keselamatan hidup setiap warga negara. Menurut Perludem, penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 sangat membahayakan keselamatan banyak orang.

“Penyelenggaraan pilkada di beberapa daerah atau bahkan di seluruh dapil bisa ditunda secara hukum, jadi kita sekarang menunggu keputusan kebijakan apa yang akan diambil oleh KPU, pemerintah, dan DPR,” ujarnya.

Perludem menegaskan, penundaan Pilkada bukan berarti Indonesia tidak demokratis. “Justru mereka menunjukkan sikap tanggap dengan membaca situasi dan mengedepankan kesehatan masyarakat,” pungkas Fadil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *