Manfaat Puasa Bisa Regenerasi Sistem Kekebalan Tubuh dalam 72 Jam

Kebanyakan orang menggunakan obat-obatan dan vitamin untuk meningkatkan kekebalan dan melawan flu. Namun, para peneliti percaya bahwa ada cara gratis dan alami untuk meningkatkan dan mengisi ulang sistem kekebalan atau imunitas.

Peneliti di University of Southern California menemukan bahwa puasa selama tiga hari dapat meregenerasi seluruh sistem kekebalan, bahkan pada lansia.
Puasa bukan hanya sebagai bentuk ibadah bagi umat Islam tetapi telah dipraktikkan sejak zaman peradaban kuno. Dan banyak agama telah mempraktikkan kebiasaan sehat ini.

Di lingkungan ilmiah, termasuk bapak pengobatan modern, Hippocrates meresepkan puasa untuk mempercepat penyembuhan.

Sementara studi selama 6 bulan dilakukan pada tikus dan orang yang menjalani kemoterapi, para peneliti menemukan peningkatan yang signifikan dalam kesehatan mereka. Karena puasa melepaskan sel darah putih dan racun lain di dalam tubuh.

Selama percobaan penelitian, partisipan diminta untuk berpuasa antara 2 dan 4 hari secara teratur selama 6 bulan. Menurut peneliti, puasa dapat membantu sel induk tubuh memproduksi sel darah putih baru untuk melawan infeksi.

Selain itu, mereka berpendapat bahwa temuan ini bisa sangat efektif untuk orang dengan sistem kekebalan yang lemah, termasuk pasien kemoterapi, yang akan dilindungi dari efek toksik obat selama periode puasa.

“Saat Anda lapar, tubuh Anda mencoba menghemat energi, dan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel kekebalan yang tidak perlu, terutama yang dapat rusak,” kata Valter Longo. , Profesor Gerontologi dan Ilmu Hayati di Universitas. California Selatan, dikutip dari Healthy Food House, Kamis 17 September 2020.

“Apa yang kami perhatikan baik pada manusia maupun hewan adalah bahwa jumlah sel darah putih menurun dengan puasa yang berkepanjangan. Kemudian ketika Anda makan lagi, sel darah itu kembali. Jadi kami memikirkan dari mana asalnya.” lebih lanjut.

Profesor tersebut menambahkan bahwa selama proses puasa, tubuh menghilangkan bagian-bagian yang rusak, tua dan tidak efisien, dan secara harfiah menciptakan sistem kekebalan baru.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana organ lain dalam tubuh berdampak di luar regenerasi sel induk. Longo mengatakan uji klinis belum selesai, tetapi penelitiannya terlihat sangat menjanjikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *