Sejumlah Pasukan Afghanistan Tewas Ditengah Usaha Damai Dgn Taliban

Pertempuran sengit pecah antara pasukan Afghanistan dan pejuang Taliban, di mana 20 tentara pemerintah tewas. Peristiwa ini terjadi ketika pembicaraan damai dilanjutkan untuk mengakhiri perang 19 tahun negara itu. Sedikitnya 17 anggota pasukan keamanan terluka dalam pertempuran di Provinsi Nangarhar timur.

Juru bicara gubernur Nangarhar Ataullah Khogyani mengatakan sekitar 30 pejuang Taliban tewas dalam bentrokan itu, meskipun kelompok militan itu tidak berkomentar.

Penjabat Menteri Pertahanan Asadullah Khalid mengatakan dia berharap pembicaraan damai yang berlangsung di Qatar akan berhasil. Meski begitu, dia memperingatkan Taliban agar tidak menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka.

“Jika musuh percaya bahwa dia bisa menaklukkan segalanya dengan kekerasan, itu mimpi, itu fantasi, itu tidak mungkin dan itu gila,” kata Khalid, seperti dikutip Radio Free Europe, Jumat (18 September 2020).

Perundingan damai, bagian dari kesepakatan Februari antara Taliban dan Washington, dimulai pada 12 September di Qatar setelah perselisihan panjang tentang pertukaran tahanan.

Pemerintah Afghanistan dan sekutunya, termasuk NATO dan Amerika Serikat (AS), menyerukan kepada Taliban untuk menyetujui gencatan senjata guna meningkatkan kemungkinan permanen dan menggagalkan negosiasi untuk mengakhiri konflik.

Taliban belum menyetujui gencatan senjata dan telah melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan Afghanistan hampir setiap hari sejak AS dan militan menandatangani kesepakatan damai pada Februari yang dapat membuat pasukan asing keluar dari Afghanistan.

Negosiasi pada awalnya harus berfokus pada detail teknis seperti jadwal pembicaraan dan kode etik.

Para negosiator akan membahas gencatan senjata, hak-hak perempuan dan minoritas, serta pelucutan senjata puluhan ribu pejuang dan milisi Taliban yang setia kepada panglima perang, beberapa di antaranya sejalan dengan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *