IMF Berikan Pinjaman US$1 M Untuk Angola Hadapi Covid-19

Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui pinjaman sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,8 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rp 14.800 per dolar AS). Pinjaman itu diberikan untuk menopang perekonomian Angola yang tengah dilanda pandemi virus corona.

Dalam keterangan yang dikutip AFP, Kamis (17/9), IMF juga menaikkan kuota bantuan untuk tiga program di kawasan Afrika Selatan tersebut sebesar US $ 765 juta.
Angola saat ini menghadapi inflasi dan beban bunga yang tinggi. Pada Desember 2018, Angola menyetujui tambahan fasilitas pembiayaan IMF sebesar US $ 3,7 miliar. Sekitar $ 2,5 miliar telah dibayarkan.

Angola adalah salah satu negara penghasil minyak mentah terbesar di Afrika. Namun, harga minyak dunia saat ini berada di bawah tekanan karena permintaan melambat dan perang harga terjadi antara negara-negara produsen utama.

Pada Juli tahun lalu, IMF memperkirakan tingkat ekonomi Angola akan turun 4 persen. Artinya, pertumbuhan ekonomi Angola akan negatif selama lima tahun berturut-turut.

“Pemerintah Angola tetap berkomitmen untuk menerapkan tindakan rasional di bawah program yang didukung IMF, meskipun kondisi eksternal memburuk, termasuk efek negatif pada kesehatan masyarakat, perlindungan sosial, rumah tangga, dan utang nasional, karena pandemi Covid-19. “kata wakil direktur pelaksana direktur IMF Antoinette Sayeh. pernyataannya.

Tahun ini, pemerintah Angola memperkenalkan anggaran tambahan yang konservatif dengan meningkatkan pendapatan non-minyak dan mengurangi pengeluaran yang tidak penting.
“Meskipun krisis, konsolidasi fiskal akan terus berlanjut sambil memberikan ruang yang cukup untuk belanja kesehatan dan perlindungan sosial,” kata Sayeh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *