Tersangka Penikaman Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Mati

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Prabowo Argo Yuwono menegaskan pelaku penikaman terhadap Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian, Disangkakan dengan pasal berlapis. percobaan pembunuhan, pembunuhan dan penganiayaan mengakibatkan luka serius.

Jadi ancamannya hukuman mati atau seumur hidup, kata Argo dalam siaran pers virtual, Rabu 16 September 2020, di Mabes Polri.

Argo menegaskan, kasus penikaman Syech Ali Jaber dianggap serius oleh polisi. Sejauh ini, jenderal bintang dua itu mengatakan penyidik ​​Polda Lampung yang diawasi langsung Direktorat Jenderal Tindak Pidana (Ditipidum) Bareskrim Polri sudah memeriksa 13 saksi. “Ada saksi dari keluarga, ada saksi dari TKP dan juga ada saksi dari panitia,” kata Argo.

Selain itu, penyidik ​​juga telah menyimpan judul perkara dan status peristiwa penikaman tersebut ke tahap penyidikan, termasuk menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

Dalam kesempatan itu, Argo membantah kabar yang tersebar di media sosial bahwa pelaku di pegunungan itu telah dibebaskan alias tidak dipenjara. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar. Hingga saat ini, pelaku masih berada di sel Polres Bandar Lampung.

“Jadi masih dalam sel dan penyidik ​​sedang menyelidiki lebih lanjut. Tentu penyidik ​​berencana melaksanakan rekonstruksi besok,” kata Argo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes. Zahwani Pandra Arsyad mengatakan penyidik ​​masih memproses persidangan untuk tersangka Alpin Adrian, pelaku tusuk pisau Syekh Ali Jaber, meski hasil pemeriksaan psikologis Alpin nanti akan diketahui.

“Kami masih menyelidiki ahli, dan hasil psikiatri akan diputuskan hakim di persidangan. Jadi kami akan ke kejaksaan,” kata Pandra.

Menurut dia, penyidik ​​saat ini sedang menyelidiki ahli kesehatan mental yang akan dianggap tersangka Alpin. Karenanya, kasus tusukan ini tak serta merta batal karena akibat psikologis tersangka.

“Kami sedang memproses dan masih memakai barang berlapis sehingga tersangka bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujarnya.

Sebelumnya Syekh Ali Jaber dikabarkan memberikan Tausiyah di Masjid Falahuddin Lampung pada Minggu sore, 13 September 2020, yaitu antara pukul 16.00-18.00.

Sekitar 15 menit pertama atau lebih, seorang pria tak dikenal tiba-tiba mendekati korban Syekh Ali dari kanan dan menikamnya. Ini memblokir refleks tinggi Syekh Ali, tapi mengenai lengan kanannya.

Jump off tersebut berlangsung sekitar pukul 17:15 WIB. Usai kejadian, aparat setempat, panitia dan masyarakat membawa Ali Jaber ke puskesmas berikutnya.

“Sekarang kondisi syekh sudah sembuh yang artinya ada bekas luka akibat sengatannya. Oleh karena itu, barang bukti sedang diperiksa oleh Kapolres Bandar Lampung dan syekh tersebut saat ini dalam keadaan sehat dan sedang istirahat,” katanya. kata Pandra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *