Panorama Raja Ampat Versi Wisata Alam Kudus di Bukit Puser Angin

Sekilas, pemandangan sekumpulan bebatuan yang diselimuti pohon di Raja Ampat mirip dengan yang ada di Bukit Puser Angin, sebuah tempat wisata alam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Dikelilingi luas Waduk Logung, deretan perbukitan Patiayam menawarkan panorama alam yang indah dari atas.

Keberadaan Bukit Pusar Angin tentunya turut mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
Objek wisata alam ini dapat dikunjungi dari dua desa yaitu Desa Tanjungrejo atau Desa Klaling. Keduanya terletak di Kabupaten Jekulo Kudus.

Dalam perjalanan menuju Bukit Puser Angin, wisatawan dimanjakan dengan pemandangan kebun sayur warga.
Waktu populer untuk berkunjung ke sana adalah sekitar senja, saat matahari akan terbenam mengeluarkan cahaya jingga yang menambah fotogenisitas objek wisata alam ini.

Selain turis, Bukit Puser Angin juga ramai dikunjungi pasangan yang ingin berfoto ria menjelang pernikahan.
Saat ini objek wisata alam tersebut ditutup karena sedang berlangsung pembahasan kesepakatan pengelolaan antara Perum Perhutani dan warga sekitar.

Ya, tempat wisata alam ini termasuk dalam kawasan Perum Perhutani.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudu Bergas Catur Sasi mengatakan pengelolaan Bukit Pusar Angin harus berdasarkan kesepakatan antara Perum Perhutani dan warga.

Jika sudah ada kesepakatan, Bukit Pusar Angin bisa dibuka kembali.
“Jika ada kesepakatan bersama dengan Perum Perhutani, pengembangan objek wisata tentunya juga akan lebih mudah dan tepat sasaran,” kata Bergas seperti dikutip ANTARA, Rabu (16/9).

“Kalaupun saat ini sedang ditutup penutupannya, hal ini tentu saja diterima begitu saja karena belum ada pembicaraan dengan Perhutani, termasuk kesepakatan manajemen,” lanjutnya.
Selain itu, Bergas juga mengingatkan agar pengelolaannya tidak mengorbankan pelestarian alam.

Sementara itu, Camat Jekulo Wisnu Brata Jayawardhana menegaskan Bukit Pusar Angin juga harus memiliki fasilitas dan pelayanan untuk menjamin keselamatan pengunjung.
“Jangan sampai ada kejadian buruk yang terkait dengan keselamatan wisatawan karena akses menuju kawasan perbukitan memiliki ngarai pinggir jalan,” kata Wisnu.

Ketika kesepakatan pengelolaan tercapai, Bergas mengajak setiap desa untuk mendapatkan akses jalan menuju objek wisata dan membuat tempat wisata baru sebelum wisatawan menuju Pusar Angin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *