Sering Makan Diluar Lebih Beresiko Dari Pada Naik Kendaraan Umum

Makan di luar memang menjadi masalah bagi banyak orang sejak pandemi Covid-19. Dikhawatirkan berisiko tinggi tertular Covid-19.

Satu studi menemukan bahwa makan di luar lebih berisiko daripada naik transportasi umum atau potong rambut di salon. Hal tersebut menjadi sorotan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), seperti dilansir laman Antara, Senin 14 September 2020.

Sejumlah peneliti menganalisis informasi dari 314 orang dewasa yang diuji untuk Covid-19 untuk tujuan penelitian. Ditemukan bahwa sekitar setengah dari peserta positif Covid-19, sisanya negatif.

Hasil tes menunjukkan bahwa mereka yang dites positif COVID-19 dilaporkan makan di restoran dua kali lebih sering dalam 14 hari sebelum sakit. Berbeda dengan mereka yang dites negatif.

Para peneliti mengecualikan orang yang melakukan kontak dengan pasien Covid-19. Mereka menemukan bahwa peserta positif makan di restoran hampir tiga kali dan pergi ke bar atau kopi hampir empat kali lebih sering.

Untuk mengurangi risiko tertular Covid-19, pakar kesehatan merekomendasikan penggunaan masker saat Anda tidak makan dan berada dalam jarak 1,8 meter dari siapa pun yang tidak tinggal bersama Anda. Mereka juga merekomendasikan duduk di luar jika memungkinkan dan menelepon terlebih dahulu untuk mengetahui apakah semua staf restoran mengenakan masker saat mereka bekerja.

Sebelumnya juga ada anjuran bagi orang yang berusia di atas 50 tahun untuk tidak makan di luar rumah. Terutama mereka yang pernah mengidap penyakit jantung, diabetes, dan paru-paru di masa lalu karena rentan terjangkit Covid-19.

“Saya menyarankan orang yang berusia di atas 50 tahun dan / atau kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya untuk tidak makan di luar,” kata mantan manajer klinis untuk berbagai rumah sakit dan sistem kesehatan, termasuk Rumah Sakit Presbyterian New York Amit Malik. .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *