Normalisasi Dengan Israel Lindungi Bahrain Dari Iran

Menteri Dalam Negeri Bahrain Sheikh Rashid bin Abdullah Al Khalifa mengklaim bahwa perjanjian normalisasi dengan Israel tidak menyerahkan hak-hak rakyat Palestina, tetapi melindungi Bahrain dari Iran.

Bahrain adalah negara Teluk kedua setelah Uni Emirat Arab (UEA) yang menormalisasi hubungan dengan Israel. Amerika Serikat (AS) adalah mediator kedua perjanjian tersebut.

“Itu tidak meninggalkan orang-orang Palestina. Ini untuk memperkuat keamanan dan stabilitas ekonomi Bahrain. Jika Palestina adalah alasan Arab kami, maka Bahrain adalah alasan fatal kami, ”ujar Sheikh Rashid bin Abdullah Al Khalifa, seperti dikutip Memo.

BACA JUGA  Pilot F-16 Turki Dihukum Penjara 648 Tahun Karena Terlibat Aksi Kudeta

“Iran telah memilih untuk menjadi dominan dalam beberapa bentuk dan dalam bahaya terus-menerus merusak keamanan dalam negeri kami,” kata Al Khalifa.

“Situasi regional telah membuat kami menghadapi ancaman yang terus-menerus dalam beberapa tahun terakhir, yang sebagian besar telah diatasi. “Tidak disarankan untuk menyadari ancaman dan menunggu sampai sampai ke tangan kita saat kita bisa menghindarinya,” katanya.

Perjanjian tersebut dielu-elukan sebagai terobosan bersejarah yang akan mendorong perdamaian di wilayah tersebut. Tapi Palestina mengecam kesepakatan itu sebagai tusukan di belakang pemerintah Arab.

BACA JUGA  Perdana Menteri Jepang Akan Kunjungi Indonesia 20-21 Oktober

Hamas menganggap kesepakatan itu sebagai agresi untuk Palestina sebagai alasan. Iran dan Turki mengkritik normalisasi hubungan antara Israel dan Bahrain karena merugikan kepentingan Palestina.
“Kami menegaskan kembali bahwa tekad kami untuk mengembangkan kemampuan nasional kami dan strategi kuno dan modern kami didasarkan pada aliansi yang kuat untuk melawan potensi ancaman,” kata Al Khalifa.

Leave a Comment