Liburan Aman dan Nyaman ke Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur

LABUAN Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu destinasi liburan yang paling diminati wisatawan lokal pada masa transisi normal baru.

Sejak 15 Agustus, pemerintahan Manggarai Barat (Pemkab) dan Otoritas Wisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) telah sepakat untuk membuka kembali Taman Nasional Komodo dengan protokol kesehatan yang ketat.

Seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke Labuan Bajo, BOPLBF kini menerapkan persyaratan pendaftaran online bagi calon wisatawan. Terutama yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Komodo (TNK).

BACA JUGA  Nikmati Destinasi Wisata Hutan Pinus Berselimut Kabut Di Watu Layah

Regulasi ini tidak hanya terkait erat dengan keberlanjutan dalam penerapan konsep manajemen destinasi premium, tetapi juga dalam rangka penyelenggaraan sistem pengamanan dan perlindungan yang baik.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian Taman Nasional Komodo sebagai cagar alam nasional tanpa kehilangan kesempatan wisatawan untuk terus berkunjung dengan rasa aman dan nyaman sehingga benar-benar bisa mendapatkan pengalaman wisata yang berkualitas.

Juru bicara Taman Nasional Komodo Muhammad Iqbal Putera mengatakan bahwa sebagai destinasi ekowisata kelas dunia, Taman Nasional Komodo sangat erat kaitannya dengan daya dukung. Lebih lanjut, ekowisata bukanlah wisata massal, sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung harus diatur atau tidak dalam jumlah yang besar dalam satu waktu.

BACA JUGA  Bekal Makanan Simpel Namun Bernutrisi Untuk Mendaki Gunung

Labuan Bajo

“Salah satu kemungkinannya adalah dengan menerapkan sistem registrasi online ini. Sistem ini sangat erat kaitannya dengan keadaan Covid-19 saat ini sehingga pengawasan kesehatan dan pengawasan wisatawan dapat dilakukan melalui registrasi online. Jadi tidak hanya menguntungkan untuk ekosistem, tapi juga untuk keselamatan petugas dan pemangku kepentingan terkait, “kata Iqbal dalam siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (15 September 2020).

Selama ini sistem registrasi online telah diterapkan di Taman Nasional Komodo di dua lokasi, yaitu Batu Bolong dan Karang Makassar, sejak September 2019. Selanjutnya akan dikembangkan dan diimplementasikan di tujuh titik wisata di Taman Nasional Komodo.

BACA JUGA  Lima Tujuan Wisata Berbelanja Murah di Bandung

Berdasarkan kajian yang dilakukan pada tahun 2018, daya dukung sejumlah situs di Taman Nasional Komodo yang masuk dalam zona hijau (peruntukan wisata) ditetapkan sebagai Loh Liang dengan jumlah maksimal 250 orang, Loh Buaya 150 orang. dan Pulau Padar 60 orang. Untuk lokasi perairan Karang Makassar 32 kapal, Batu Bolong 8 kapal, Siaba Besar dan Pulau Mawan 20 kapal per hari.

Namun, kajian perlu dimutakhirkan setiap dua tahun. Karena angka ini berdasarkan kajian tahun 2018, maka akan dilakukan kajian baru untuk mendapatkan nomor baru, ”kata Iqbal.

BACA JUGA  Destinasi Wisata Alam Keluarga, Sikembang Park Batang Jawa Tengah

Saat ini pendaftaran masih dapat dilakukan secara online dan offline seiring dengan proses penyempurnaannya. Jika calon wisatawan sudah memiliki persyaratan data yang cukup, disarankan melakukan registrasi online yang bisa difasilitasi oleh agen perjalanan atau operator wisata di Manggarai Barat.

“Idealnya pengajuan registrasi online dilakukan ketika semua pihak sudah paham dengan sistem ini. Semoga bisa segera dilakukan karena kepedulian kita semakin meningkat kembali kunjungan wisman dan harus kita persiapkan terlebih dahulu secara internal. Cara melakukannya, “katanya.

BACA JUGA  Tips Traveling Aman Dimasa New Normal

Kepala Biro Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat Agustinus Rinus mengatakan, sistem registrasi online ini juga digunakan untuk menambah kapasitas agen perjalanan Manggarai Barat.
Selama ini masih banyak biro perjalanan di luar Manggarai Barat yang memanfaatkan pariwisata di Labuan Bajo, namun tidak memberikan kontribusi kepada daerah tersebut.

Berdasarkan data 2019, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 187.128 yang mana 55,9 persennya merupakan wisatawan mancanegara. Ini sesuai dengan peningkatan 875 persen selama 2010 dengan lama tinggal rata-rata 6,9 hari dan total biaya $ 978.

BACA JUGA  Lembang Woderlang Tempat Wisata Yang Instagramable Di Bandung

Kontribusi pariwisata terhadap PAD Manggarai Barat sebesar Rp40,605 miliar pada 2019, meningkat 2.674 persen dari Rp 2,37 miliar pada 2010.
“Calon wisatawan bisa mendaftar ke biro perjalanan atau tour operator yang harus terdaftar di Manggarai Barat. Daftarnya bisa dilihat di website register.labuanbajoflores.id,” kata Agustinus.

Leave a Comment