Imam Masjdi Korban Pembacokan Akhirnya Meninggal Setelah Dirawat

Muhammad Arif, 61, dinyatakan meninggal setelah tiga hari dirawat di rumah sakit. Imam yang juga ketua Masjid Nurul Iman, Desa Tanjung Rancing, Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan itu, dibacok oleh rekan pengurus, Meyudin, 49, karena kotak amal masjid.

Wakil Ketua Masjid Nurul Iman Abu Nawas mengumumkan korban meninggal dunia pada Senin (14/9/2020) pukul 04.30 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat (RSMH) Mohammad Hoesin Palembang. Korban sebelumnya dirujuk ke RSUD Kayuagung karena lukanya sangat parah sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut.

BACA JUGA  Polisi Proses Pidana 240 Orang Terkait Aksi Demo Omnibus Law

“Dia meninggal subuh sekitar pukul 04.30 WIB di RSMH Palembang,” kata Abu Nawas.
Kesehatan imam masjid terus menurun meski tim medis telah melakukan operasi pada bagian leher atau telinga dan kepala. Ada luka terparah di dekatnya. Almarhum mengalami dua luka dan harus dioperasi,” katanya.

Menurut dia, jenazah dimakamkan di kampung halamannya, Desa Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI. Pemakaman dilakukan secara normal karena kematiannya tidak ada hubungannya dengan Covid-19.

Semua orang benar-benar merindukan kepergiannya karena dia sosok yang sangat baik dan semua orang menghormatinya, katanya.

BACA JUGA  Calon Pengantin Dan Ibu Melahirkan Di Sumbar Diwajibkan Tes Swab

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, OKI, heboh atas kejadian penikaman yang disaksikan oleh Ketua Masjid Nurul Iman, Muhammad Arif. Pelaku tak lain adalah rekannya sendiri yang juga pengurus masjid bernama Meyudin.

Peristiwa itu terjadi saat korban sedang memimpin sholat Maghrib di masjid pada Jumat (9/11). Tiba-tiba pelaku datang shalat dengan parang dan langsung membacok leher korban sebanyak dua kali.
Pensiunan PNS itu berlumuran darah dan dibawa ke RSUD Kayuagung oleh warga. Sementara itu, warga dan polisi langsung mengamankan pelaku di lokasi kejadian.

BACA JUGA  Rendahnya Kesadaran Masyarakat Indonesia Untuk Jaga Jarak

Meyudin ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus penganiayaan. Tersangka mengaku menyimpan dendam kepada korban karena melarang dirinya mengelola kotak amal masjid. Selama lima tahun menjadi pengurus masjid ia selalu aktif di bidang ini.

Kunci kotak sumbangan diambil kembali setelah salat Jumat atau beberapa jam sebelum pisau ditusuk. Namun, tidak diketahui mengapa pensiunan PNS tersebut tidak lagi menitipkan kotak amal kepada tersangka.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka ditahan di sel tahanan Polres Kayuagung dan dikenai pasal 351 KUHP terkait penuntutan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. Barang bukti diamankan dengan parang berukuran 50 sentimeter.

BACA JUGA  Ustadz Maaher At-Thuwailibi Ditahan Terkait Kasus Ujaran Kebencian

Leave a Comment