Restoran & Rumah Makan Boleh Buka Saat PSBB DKI, Pergub 88 2020

Peraturan Gubernur atau Pergub 88 2020 menjadi dasar hukum bagi pelarangan batasan sosial atau PSBB Jakarta yang pelaksanaannya dimulai hari ini, Senin (14/9/2020). Ketentuan yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini juga mengatur pengelolaan restoran, restoran, dan kafe.

Selama periode PSBB di Jakarta, Anies Baswedan menyatakan bahwa restoran dan tempat makan bisa terus beroperasi. Namun, syaratnya fasilitas tersebut, termasuk kafe, tidak boleh melayani pengunjung yang ingin makan di sana.

BACA JUGA  5 Fakta Usai Ridwan Kamil Diperiksa Polisi Soal Kerumuman Rizieq

“Restoran, dan rumah makan, dan kafe hanya boleh dibawa dengan kiriman atau dibawa pulang, tapi tidak boleh menerima pengunjung untuk makan di tempat,” kata Anies dalam jumpa pers yang disiarkan pada Minggu di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta. (13.9.2020).

Restoran, rumah makan, dan kafe termasuk dalam aktivitas yang dapat dioperasikan dalam kondisi tertentu. Tindakan pencegahan harus diambil untuk mencegah peningkatan kasus dan risiko penularan antara pengunjung atau karyawan di fasilitas layanan ini.

BACA JUGA  Masih Ada 12 Kabupaten/Kota Bertahan Diatas 1000 Kasus Perhari

Penataan restoran, resto, dan kafe selama PSBB Jakarta di Pergub 88 Tahun 2020 memiliki 8 poin. Selain syarat bawa pulang, peraturan gubernur juga mengatur bahwa pengunjung harus antri untuk menyelesaikan pesanan berhenti memasak.

Berikut isi Pergub 88 Tahun 2020 untuk restoran dan rumah makan saat PSBB Jakarta
Terhadap kegiatan penyediaan makanan dan minuman, penanggung jawab restoran/rumah makan/usaha sejenis memiliki kewajiban untuk:

a. Membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away), melalui pemesanan secara daring, dan/atau dengan fasilitas telepon/layanan antar

BACA JUGA  Menhan Tuding Demo Tolak UU Cipta Kerja Ditunggangi Kekuatan Asing

b. Menjaga jarak antrean berdiri maupun duduk paling sedikit 1 (satu) meter antar pelanggan

c. Menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai ketentuan

d. Menyediakan alat bantu seperti sarung tangan dan/ atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian

e. Memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai standar

f. Melakukan pembersihan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususnya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan

BACA JUGA  Kapasitas Tempat Tidur ICU Rumah Sakit Dijakarta Sudah Penuh

g. Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun bagi pelanggan dan pegawai

h. Melarang bekerja karyawan yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas

i. Mengharuskan bagi penjamah makanan menggunakan sarung tangan, masker kepala dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.

Leave a Comment