Cara Mudah Kenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini

Tingginya kasus kanker payudara sebenarnya mengharuskan setiap wanita mewaspadai tanda-tanda kanker ini agar dapat segera dilakukan tindakan. Beberapa gejala khas kanker payudara termasuk benjolan atau massa yang terkadang terasa nyeri di area sekitar payudara.

Lalu ada iritasi kulit. Juga, berhati-hatilah saat puting masuk. “Retraksi ini adalah puting susu yang seharusnya berada di luar tetapi ditarik ke dalam,” kata Dr. Hastarita Lavrenti, departemen medis Kalbe.

Gejala lainnya seperti keluarnya cairan dari puting susu, keluarnya cairan dari payudara dan pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau di sekitar leher. Secara umum, terdapat tiga subtipe kanker payudara, yaitu HR positif (HR +), HER2 positif (HER2 +), dan triple negative. HR (reseptor hormon) yang positif menunjukkan bahwa pertumbuhan sel kanker payudara dipicu oleh hormon, baik estrogen, progesteron, atau keduanya.

Pada tipe HER2 +, sel kanker berasal dari protein HER2 yang tumbuh tidak terkendali. Lain lagi dengan triple negative, sel kanker tidak terpengaruh oleh hormon atau HER2. Harap dicatat bahwa subtipe kanker tertentu di luar terapi konvensional, termasuk pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi, dapat menerima terapi tambahan.

Perawatan untuk kanker payudara tergantung pada subtipe dan stadiumnya. Beberapa akan dioperasi terlebih dahulu, kemudian obat sistemik, dan yang lainnya akan dioperasi terlebih dahulu baru kemudian. “Kecuali stadium 4, tidak ada pembedahan karena tidak ada manfaatnya kecuali jika lokasi penyebarannya jauh bersih setelah pengobatan, maka pembedahan dipertimbangkan,” kata dr. Farida Briani Sobri SpB (K) Onk.

Ada beberapa faktor risiko kanker payudara, di antaranya kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Jaringan adiposa meningkatkan produksi estrogen, yang jika berlebih sering dikaitkan dengan pemicu kanker payudara.

Karena itu, sebaiknya batasi asupan makanan dan minuman berkalori tinggi. Olahraga teratur juga merupakan upaya untuk mencegah penyakit mematikan ini. Lakukan minimal 75 hingga 150 menit intensitas sedang hingga tinggi setiap minggu.

Untuk anak-anak dan remaja, Anda harus berlatih setidaknya tiga kali seminggu selama satu jam dengan intensitas tinggi. Dan cobalah makan makanan sehat. Diantaranya mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *