Arab Saudi Akan Buka Kembali Penerbangan Internasional

Arab Saudi akan membuka kembali penerbangan internasional ke dan dari wilayahnya mulai 1 Januari 2021. Pembukaan ini menyusul keputusan Kementerian Dalam Negeri tentang persetujuan Kerajaan Arab Saudi untuk pencabutan komprehensif pembatasan yang sebelumnya karena pandemi Covid19.

Ini termasuk izin untuk masuk dan keluar Arab Saudi melalui darat, laut, dan udara. Namun, harus mematuhi protokol dan prosedur kesehatan pencegahan virus yang ditetapkan oleh komite terkait dengan menerapkan peraturan untuk mencegah penyebaran virus corona di Kerajaan.

BACA JUGA  60 Warga China & 6 Kapal Nelayan Melanggar Wilayah Ditahan Malaysia

Dibukanya penerbangan internasional ini seolah menjadi angin segar bagi masyarakat internasional, khususnya bagi jamaah haji ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah, para jemaah umrah menunggu akses ke Arab Saudi dibuka kembali.

Sebelumnya, menyusul merebaknya pandemi COVID-19, Arab Saudi telah memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan umrah dan haji ke Masjid Nabawi sejak 27 Februari 2020. Pembatasan demi kepentingan pembatasan yang diberlakukan oleh Arab Saudi, khususnya masuk ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah, sangat ketat.

BACA JUGA  Perebutan Pulau, Hubungan Jepang dan Korea Selatan Makin Memanas

Bahkan pada ibadah haji tahun ini dilakukan dengan komunitas terbatas, hanya warga dan ekspatriat yang ada di Arab Saudi. Jumlahnya juga sangat terbatas, tidak lebih dari 2.000 orang.

Sumber resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, dilansir SPA pada Senin 14 September 2020, mengumumkan bahwa pencabutan larangan masuk dan keluar bagi warga negara mulai 1 Januari 2021 sejalan dengan tindakan pencegahan dan tindakan. tegakan kayu yang terkait dengan virus corona.

Keputusan tersebut dibuat berdasarkan perkembangan terkini dalam menangani pandemi di Kerajaan Arab Saudi dan juga menyoroti tingginya penyebaran epidemi di sejumlah negara, beberapa di antaranya saat ini menghadapi gelombang kedua pandemi. Meskipun semua akses akan segera dibuka, namun tetap selektif dan bertahap.

BACA JUGA  Sebuah Tambang Marmer Di Daerah Terpencil Pakistan Runtuh

Pembukaan akses penerbangan ke dan dari Arab Saudi akan dibatasi dan bertahap mulai 15 September 2020. Ini juga dengan pengecualian. Warga negara Arab Saudi atau ekspatriat yang memenuhi persyaratan tertentu diizinkan masuk dan keluar Arab Saudi. Sesuai dengan prosedur ketat untuk tindakan pencegahan dan protokol pencegahan virus corona tentunya.

Bagaimana dengan beberapa penerbangan umrah? Otoritas Arab Saudi belum memutuskan kapan penerbangan internasional untuk jemaah umrah akan dibuka kembali. Dalam keterangan resminya pada Minggu malam, Arab Saudi terus berencana membuka umrah selama pandemi tanpa merujuk pada waktu yang tepat.

BACA JUGA  Ancaman Gelombang II COVID-19, Prancis dan Jerman Lockdown Lagi

“Mengingat perkembangan terkait pandemi, sebuah rencana sedang diumumkan yang memungkinkan pelaksanaan umrah secara bertahap,” kata sumber resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.
Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, pembukaan kembali jemaah umrah masih menunggu dibukanya penerbangan dan ketentuan protokol kesehatan.

Hal itu ditegaskan Endang Jumali yang mendampingi Konsul Jenderal RI Eko Hartono bertemu dengan Wakil Umroh Kementerian Haji dan Umrah Abdul Aziz Wazzan di Jeddah. Pertemuan ini berlangsung pada 3 September 2020. Koordinator fungsi konsuler KJRI Jeddah juga hadir.

BACA JUGA  Pembatasan Antar Negara Bagian Mempersulit Warga Australia

“Diharapkan dalam waktu dekat pembukaan kembali umrah bisa terealisasi,” kata Endang Jumali, Jumat, 4 September 2020.

Namun, menurut Endang, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum musim umrah dimulai. Pertama, penerbangan internasional dibuka kembali di Arab Saudi. Kedua, ketentuan protokol kesehatan jemaah umrah selama pandemi COVID-19 ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Saudi.

“Ketentuan Protokol Kesehatan Jamaah Umrah masih dibahas dan dikoordinasikan dengan pihak dan otoritas terkait, termasuk Civil Aviation Authority (GACA) sebagai pihak regulasi penerbangan,” kata Endang.

BACA JUGA  Militer Tahan Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Terkait Pemilu

Leave a Comment