Dampak Negatif Covid-19 Terhadap Pengelolaan Keuangan Negara

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak terus menurun selama pandemi Covid-19. Di sisi lain, kebutuhan belanja pemerintah justru meningkat cukup tajam.

Realisasi hingga akhir Juli 2020 sebesar Rp 711 triliun atau minus 14,7%. Penurunan penerimaan perpajakan ini disebabkan buruknya kinerja pemulihan ekonomi. Realisasi hingga akhir Juli sebesar Rp 711 triliun, terdiri dari pajak sektor migas yang mencapai Rp. 19,8 triliun dan untuk pajak nonmigas yang mencapai Rp. 582 triliun.

Di luar penerimaan pajak, hampir semua jenis pajak mengalami tekanan yang serius. Salah satu jenis pajak yang cukup menyusut adalah pajak penjualan, yang naik minus 12%. Sedangkan penerimaan bea dan cukai mencapai Rp109,1 triliun. Rinciannya, penerimaan cukai mencapai Rp 88,4 triliun, sedangkan penerimaan pajak bisnis internasional mencapai Rp. 20,6 triliun.

BACA JUGA  Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 2000 Per Gram

Direktur Jenderal Keuangan dan Manajemen Risiko (PPR) Departemen Keuangan Luky Alfirman mengatakan, pihaknya masih mencari cara untuk mendapatkan pendanaan baru.

“Lagipula, pendanaannya harus kita cover. Bagaimana kita bisa produktif menangani pembatasan-pembatasan tersebut dalam hal pekerjaan kita di Perbendaharaan? Kuncinya adalah WFH,” kata Luky dalam sesi webinar, Sabtu (12/9/2020).

Luky mengatakan, wabah virus corona justru menumpuk pekerjaannya sehingga harus mengadakan rapat beberapa kali dalam sehari. Untungnya, performa lebih produktif saat Anda bekerja secara virtual.

BACA JUGA  Pelemahan Rupiah Akan Semakin Dalam Imbas Pemulihan Ekonomi AS

“Virtual meeting ternyata tepat waktu. Beda kalau rapat fisik. Bisa juga double date dan meeting pakai dua laptop,” ujarnya.
Berkat adanya sistem WFH, pekerja bisa lebih disiplin dalam beraktivitas. Namun, ia tak menampik bahwa belanja rumah tangga juga turun tajam di saat bersamaan.

“Dengan pandemi sebenarnya kita lebih produktif. Jangan melihat pandemi sebagai kendala tapi sebagai tantangan untuk membuat kita lebih produktif,” ujarnya.

Leave a Comment