Insiden Tambang Emas Longsor Di Kongo Tewaskan 50 Orang

Sebuah tambang emas runtuh di Kongo Timur setelah hujan lebat di wilayah tersebut. Pemerintah setempat mengatakan sekitar 50 orang dikhawatirkan tewas akibat insiden tersebut.
Kecelakaan tambang terjadi pada hari Jumat di kota Kamituga di provinsi Kivu Selatan.

Seorang warga setempat, Jean Nondo, mengatakan bahwa lebih dari 50 orang telah tewas, menurut saksi mata. Hanya ada satu yang selamat.
Dia mengatakan sungai di dekat tambang itu banjir setelah hujan lebat.

“Air masuk tiga terowongan. Saat orang berusaha keluar, tidak ada jalan karena air mengalir cepat di bawah tekanan tinggi,” ujarnya, seperti dikutip AFP, Sabtu (9/12/2020).
Gubernur Provinsi Theo Ngwabidje Kasi berduka atas kematian tragis 50 orang, yang sebagian besar masih muda.

BACA JUGA  Indonesia Dukung Upaya Damai Antara Afghanistan Dengan Taliban

Namun, Walikota Kamituga Alexandre Bundya mengatakan dia belum bisa memastikan jumlah pasti korban yang meninggal.
Bundya menuding tanah longsor akibat hujan lebat sebagai penyebab kecelakaan itu. Dia juga memilih masa berkabung dua hari dan meminta penduduk setempat untuk mengeluarkan mayat dari lantai.

Limbah tambang yang tidak disengaja adalah hal biasa dan seringkali berakibat fatal di Kongo. Banyak tambang semacam itu berada di daerah terpencil, yang berarti kecelakaan tidak dilaporkan.
Penambang menjual apa yang mereka temukan ke pedagang lokal yang kemudian menjualnya ke perusahaan besar di luar negeri.

BACA JUGA  Ini Beberapa Agenda Joe Biden di Hari Pertama Jadi Presiden AS

“Penyelidikan harus dilakukan untuk menentukan penyebab bencana ini,” kata perwakilan masyarakat sipil Nicolas Kyalangalilwa.
“Pihak berwenang harus bertanggung jawab alih-alih mengenakan pajak kepada para penambang ini,” katanya.

Leave a Comment