Aksi Viral Balap Lari Liar Menggagu Pengguna Jalan

Dinas Lalu Lintas Polda Metro Jaya membenarkan adanya larangan balap lari liar dijalan raya. Polisi mengatakan ada sanksi yang mengatur balap lari ilegal yang memblokir jalan tanpa izin pihak berwenang.
“Tidak boleh (lari liar), siapa pun tidak boleh tanpa izin aparat, tidak diperbolehkan (sampai jalan ditutup),” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, saat berbicara, Sabtu dihubungi (12/9/2020).

Menurut Sambodo, polisi pasti akan membubarkan jika menemukan balapan ilegal di jalanan. “Sanksi memang ada ya, pasti akan kita tindak begitu kita lihat,” ujarnya.
“Kalau soal balap motor, kita sering menghentikan balapan mobil, tapi untuk balapan, karena berumur pendek, kadang kita pergi ke mereka yang membuat mereka putus,” lanjut Sambodo.

Sanksi terkait pemblokiran jalan secara ilegal diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa setiap orang dilarang melakukan aktivitas yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.

“(1) Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan. (2) Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang milik jalan. (3) Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang pengawasan jalan,” bunyi Pasal 12.
Jika melanggar Pasal 12 tersebut, maka pelanggar dapat dikenakan pidana selama 18 bulan atau dendan sebanyak Rp 1,5 miliar sesuai Pasal 63.

“(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 (delapan belas) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah),” bunyi Pasal 63.

Diketahui, perlombaan lari ilegal tersebar luas di sejumlah wilayah di DKI Jakarta hingga wilayah Jakarta. Balap jalanan memang menjadi fenomena baru yang belakangan ini muncul. Menyusul peristiwa di Bekasi, Cipondoh dan Ciledug, Tangerang, aksi serupa terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Sebuah video yang viral di media sosial menyebutkan, balapan liar ini berlangsung pada Kamis (10/9) di Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat. Polisi pun sempat menyelidiki video yang viral tersebut.

“Saat ini belum ada (laporan). Tapi kami akan tindak lanjuti rekaman dari media sosial,” kata Kompol Teuku Arsya Khadafi, Kepala Badan Reserse Kriminal polres Jakarta Barat, saat dihubungi wartawan, Jumat (9/11). 2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *