Apa Saja Dampak Buruk Jika Bersepeda Berlebihan

Tidak dapat dipungkiri bahwa olahraga apapun dapat bermanfaat bagi tubuh maupun fisik dan mental. Namun olahraga yang berlebihan berdampak negatif bagi kesehatan, termasuk bersepeda atau gowes.

Tren gowes selama pandemi virus corona atau COVID-19 meningkat pesat. Ini tidak diragukan lagi menunjukkan kesadaran orang-orang tentang pentingnya olahraga dalam menjaga kesehatan yang baik di dunia saat ini. Sayangnya, ini tidak sesuai dengan pelatihan yang benar, sehingga beberapa orang sering terlindas.

Memang, mengemudi tanpa aturan yang jelas dapat berdampak pada kemerosotan kesehatan fisik dan mental. Fakta ini dikonfirmasi oleh seorang tenaga medis olahraga, Dr. Grace Joselini Sp.KO, baru-baru ini di acara “Hidup Sehat”.

“Cedera otot dan trauma aman. Jika terlalu dilatih, otot robek bisa terjadi. Hal ini bisa berdampak pada psikis dan menyebabkan depresi,” ujarnya.
Efek overtraining bisa terjadi jika tidak dibarengi dengan istirahat (recovery) dan nutrisi segera sebelum dan sesudah berolahraga. Ini akan terus menghasilkan hormon stres yang rentan depresi.

“Bersepeda bisa meningkatkan semua fungsi tubuh. Tapi bila overtraining bisa menyebabkan depresi dan efek radikal bebas dari polusi dan sinar matahari bisa mempercepat penuaan,” ujarnya.
Karenanya, Grace menekankan bahwa saat bersepeda, Anda perlu mengetahui kondisi tubuh melalui tes suhu dan denyut nadi. Selain itu, tubuh tidak boleh mengalami dehidrasi atau melakukan diet apapun.

“Setiap orang perlu memahami sinyal dalam tubuh mereka tentang kapan harus berhenti dan istirahat,” kata Grace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *