Maroko Kembali Membuka Pintu Pariwista Untuk Turis Mancanegara

Mulai minggu ini, Maroko membuka kembali perbatasannya untuk pelancong bisnis dan orang asing. Kondisi seperti yang dilansir dari Lonely Planet pada Jumat (11/09/2020) wisatawan asing harus mengkonfirmasi pemesanan hotel.

Pelonggaran pembatasan ini akan berlaku bagi wisatawan dari 67 negara bebas visa, termasuk Indonesia, Uni Eropa, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Namun, Kementerian Luar Negeri Maroko belum mengonfirmasi kriteria masuk secara spesifik.

Maroko adalah negara terakhir di Afrika Utara yang membuka pintunya bagi turis asing, meskipun persyaratan masuk dan kewarganegaraan yang diizinkan terus berubah. Mesir mulai menyambut pelancong pada bulan Juli dan Tunisia membuka perbatasannya untuk orang asing pada bulan Juni.

Namun, negara ini masih berjuang melawan meningkatnya jumlah kasus virus korona baru. Alhasil, beberapa kota populer bagi wisatawan, seperti Marrakech, Fez, Casablanca, dan Tangier, belum bisa dikunjungi.

Wilayah tersebut terus tunduk pada pembatasan pergerakan ketat yang dimulai pada akhir Juli dan akan tetap berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut. Tidak seorang pun diizinkan meninggalkan atau memasuki kota-kota ini kecuali jika mereka memiliki kebutuhan medis dan persetujuan dari otoritas setempat.

Selain mengonfirmasi pemesanan hotel, pelancong diharuskan untuk menunjukkan tes negatif COVID-19 yang dikeluarkan tidak lebih dari 48 jam. Mengenakan masker wajah di depan umum juga merupakan keharusan di Maroko.

Maroko telah memberlakukan salah satu pembatasan regional paling ketat di dunia untuk mengantisipasi penyebaran virus SARS-CoV-2. Pada pertengahan Maret, perbatasan darat, udara, dan laut ditutup untuk semua pelancong.

Keputusan ini telah membuat puluhan ribu warga Maroko terlantar di luar negeri dan turis asing. Namun kebijakan pemulangan pemudik, baik oleh pemerintah maupun oleh perusahaan perseorangan, dilaksanakan secara bertahap.

Bahkan dengan orang Maroko yang berada di luar negeri. Prospek pembukaan kembali perbatasan ini terletak di tengah rekor jumlah harian negara itu dari kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Hingga Kamis 10 September 2020, Maroko mencatat 79.767 kasus COVID-19, dengan 61.850 pasien pulih dan 1.491 kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *