Mengingat Kejadian Sejarah 11 September 2001 World Trade Center

Aksi terorisme dengan penyerangan di World Trade Center (WTC) di New York, gedung Pentagon di Washington DC dan Pennsylvania terjadi pada tanggal 11 September 2001.
Peristiwa yang berlangsung selama 19 tahun itu dianggap sebagai salah satu aksi terorisme terbesar dalam sejarah.

Pagi itu, 19 teroris membajak empat pesawat komersial American Airlines dan United Airlines. Pesawat tersebut awalnya terbang ke pantai barat negara Paman Sam. Peristiwa ini juga dikenal sebagai serangan 9/11.

BACA JUGA  Pelaku Pemenggal Guru Sekolah Di Prancis Sempat Teriakkan Takbir

Para pembajak secara tidak sengaja menabrakkan dua pesawat ke menara kembar WTC. Akibatnya, dua gedung pencakar langit itu runtuh hanya dalam waktu dua jam.
Di pesawat ketiga, pembajak juga menabrak gedung Departemen Pertahanan Pentagon di Arlington, Virginia.

Namun dalam aksinya, pesawat penumpang keempat, United Airlines Flight 93, berhasil mengambil kendali, sehingga tujuan meledakkan Washington DC tidak berhasil setelah pesawat tersebut jatuh di lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania.

Setidaknya 2.753 orang tewas ketika American Airlines Flight 11 dan United Airlines Flight 175 menabrak gedung WTC.
Sementara itu, sebanyak 184 orang tewas dalam insiden yang melibatkan pesawat American Airlines No. 77, yang menabrak gedung Departemen Pertahanan AS di Washington DC.

BACA JUGA  Armenia-Azerbaijan Kembali Sepakati Gencatan Senjata Baru

Pesawat United Airlines Flight 93 yang jatuh di lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania membawa 40 penumpang termasuk awak.
Sebanyak 1.644 dari total 2.753 kematian telah diidentifikasi. Kerugian ekonomi yang disebabkan oleh serangan 9/11 diperkirakan mencapai $ 123 miliar.

Pemerintah Amerika Serikat menyalahkan kelompok al-Qaeda Osama bin Laden atas serangkaian serangan pada Desember 2001.
Lima orang berhasil diadili atas serangan 9/11. Mereka adalah Khalid Sheikh Mohammad, Walid bin Attash, Ramzi Binalshibh, Ali Abd al Aziz Ali dan Mustafa al-Hawsawi.

BACA JUGA  Kemampuan Dan Kecanggihan Drone Turki Makin Ditakuti Eropa

Lima dari mereka saat ini berada di penjara Teluk Guantanamo karena merencanakan dan mendukung serangan 9/11.

Leave a Comment