Strategi Kemenperin Kurangi Pengangguran Dimasa Pandemi Covid-19

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Serapan tenaga kerja di industri berkurang. Pengangguran dan kemiskinan juga meningkat.
Bappenas memperkirakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) akan mencapai 8,1 hingga 9,2 persen pada 2020. Tingkat pengangguran sekarang diperkirakan 4 sampai 5,5 juta orang.
Namun pada akhir Agustus, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada pada level 50,8 yang mengindikasikan bahwa saat ini sedang meningkat karena telah melewati ambang netral (50,0).

PMI ini merupakan yang tertinggi sejak Mei dan menunjukkan ekspansi manufaktur di bawah tekanan pandemi COVID-19. Prestasi positif ini perlu dipertahankan dan kinerjanya ditingkatkan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional merupakan kunci sukses sebuah organisasi dan pembangunan nasional. Pelatihan kejuruan dipandang sebagai cara untuk mengurangi pengangguran.

“Oleh karena itu, perlu dijalankan program-program pelatihan vokasi yang lebih luas lagi,” kata Agus saat membuka pelatihan 3 in 1 secara serentak di 7 pusat pelatihan industri (BDI), demikian keterangan resminya, Kamis 10 September. . 2020.

Untuk itu, Badan Pengembangan Tenaga Industri Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pelatihan 3-in-1 (pelatihan, sertifikasi keterampilan, dan penempatan kerja) untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan keterampilan SDM agar mampu bersaing.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh keterampilan teknis untuk mengembangkan keterampilan kognitif yang hanya berkaitan dengan aspek pengetahuan dan keterampilan. Selain itu, peserta mendapat pendidikan karakter. Rasa tanggung jawab, disiplin, kejujuran dan tingkat integritas yang tinggi adalah beberapa faktor terpenting bagi sikap dan kemauan untuk bekerja.
“Kurikulum 3-in-1 disesuaikan dengan keterampilan khusus dan kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan industri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto, saat ini 1.475 orang telah mengikuti pelatihan 3-in-1. Pelatihan dilakukan serentak oleh 7 Balai Diklat Industri (BDI) di berbagai wilayah Indonesia.

“Pelaksanaan pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi dampak pengangguran akibat pandemi COVID 19 pada periode normal baru ini,” kata Cahyanto.
Saat melaksanakan pelatihan ini, perusahaan industri atau mitra industri tentunya sudah memiliki; Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2020 tentang Izin Operasi Pabrik Selama Darurat Kesehatan Masyarakat COVID-19.

Selain persetujuan dan persyaratan pelaksanaan, pelatihan ini juga harus menerapkan protokol kesehatan baik di dalam maupun di luar pelatihan dan terus dipantau hingga akhir pelatihan.
“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menanamkan ilmu dan keterampilan serta mempersiapkan calon tenaga kerja untuk bekerja dan menjadi wirausaha, serta mempersiapkan tenaga kerja bersertifikat yang kompeten dan berdaya saing,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *