Indonesia Minta Perhatian Khusus Masalah Kemanusiaan Rohingya

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta perhatian terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya. Retno mengumumkan hal ini pada pertemuan Komisi Hak Asasi Manusia ASEAN atau AICHR.
Dalam pertemuan tersebut, Retno meminta agar isu minoritas Muslim Rohingya menjadi perhatian.

“Saya juga sampaikan bahwa AICHR memperhatikan imigran Rohingya yang telah mempertaruhkan nyawa,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Kamis (9/10).
“Para imigran Rohingya menempuh cara yang sangat berbahaya untuk menemukan kehidupan yang lebih baik dan kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak,” kata Retno.

BACA JUGA  Konflik Perbatasan Antara India Dan China Semakin Memanas

Dalam pertemuan tersebut, pernyataan Indonesia difokuskan pada pentingnya perhatian AICHR terhadap perempuan, termasuk perempuan migran.
Retno mengumumkan, pekerja migran ASEAN mencapai sekitar 9,9 juta orang, yang 48,7 persennya adalah perempuan.

Indonesia mengatakan dunia perlu memastikan bahwa perempuan memiliki hak dan akses yang sama, termasuk layanan kesehatan, selama pandemi.

Para imigran Rohingya diketahui telah beberapa kali menjadikan Indonesia sebagai tujuan mereka. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa orang Rohingya di negara asalnya, Myanmar, sering menghadapi diskriminasi dan kekerasan.

BACA JUGA  Pihak Berwenang Perancis Ungkap Identitas Pelaku Serangan Di Gereja

Baru-baru ini, ratusan dari mereka tiba di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Menurut catatan, setidaknya 295 pendatang ilegal Rohingya terdampar di Perairan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh pada Senin (7/9).

Leave a Comment