Beberapa Hal Berikut Bisa Jadi Penyebab Mobil Boros Bahan Bakar

Kemacetan lalu lintas dan langkah dalam yang spontan pada pedal akselerator sering dianggap sebagai penyebab utama pemborosan bahan bakar mobil. Tapi tahukah Anda ada banyak faktor lain yang bisa menyia-nyiakan penghematan bahan bakar mobil.

Dikutip di laman Daihatsu, ada 6 faktor yang bisa menyebabkan mobil mengalami pemborosan bahan bakar. Dimulai dengan saluran filter udara yang tersumbat hingga penggantian oli transmisi yang terlambat. Berikut penjelasannya.

1. Filter udara tersumbat

Filter udara berfungsi sebagai filter udara yang masuk ke ruang bakar. Cara kerjanya adalah dengan memblokir aliran udara di inlet dengan bahan seperti kertas atau kain dengan pori-pori besar.
Karena itu, hanya udara yang bisa masuk ke lapisan filter udara. Jika ada debu di aliran udara, debu akan tetap berada di permukaan filter.
Seiring waktu, debu menumpuk dan mengganggu kelancaran aliran udara. Akibatnya suplai udara ke mesin berkurang dan langkah piston menjadi sulit.
Mobil terasa datar dan tidak bertenaga dan memungkinkan Anda menekan pedal akselerator lebih rendah. Alhasil, suplai bensin untuk mobil pun meningkat.

2. Ukuran velg besar

Beberapa pengguna mobil memodifikasi velg dengan variasi velg yang biasanya memiliki lebar dan pelek lebih besar. Faktanya, hal itu secara tidak langsung mempengaruhi penghematan bahan bakar mobil. Roda yang lebih besar umumnya memiliki bobot yang lebih besar. Roda dianalogikan dengan kaki. Jika kakinya dibebani sesuatu yang berat, apakah masih bisa berlari kencang? Jawabannya tentu saja mungkin, tetapi membutuhkan energi tambahan.
Jika mobil divariasikan dengan roda yang lebih besar, berarti mobil tersebut membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Secara tidak langsung, bahan bakar mobil cepat habis.

Baca juga: Cara Mudah Merawat Mobil Bermesin Diesel Yang Bisa Anda Lakukan

3. Nyalakan AC terlalu dingin

Menyalakan AC saat berkendara sudah menjadi kebutuhan. Karena Indonesia terletak di daerah tropis, suhu di perkotaan menjadi cukup tinggi pada siang hari.
Namun, menyalakan AC pada suhu terdingin dalam waktu lama juga dapat menyebabkan bensin menjadi boros. Penjelasannya adalah ketika AC dihidupkan, mesin memutar kompresor AC yang digunakan untuk memompa refrigerant. Tenaga yang dibutuhkan oleh kompresor AC tidak sedikit, terutama pada saat dipasang suhu terdingin.
Ini akan membagi tenaga mesin menjadi kompresor AC. Artinya, agar bisa mengemudikan mobil dengan baik, Anda harus menekan pedal gas lebih rendah.

4. Ban kempes

Jika ban mobil Anda kempes, maka otomatis tapak ban akan melebar saat dinding menghantam permukaan jalan. Akibatnya, akan ada lebih banyak gesekan pada ban dan mobil Anda akan membutuhkan tenaga ekstra untuk bergerak secara normal. Artinya kamu harus menginjak pedal gas kan?

Baca juga: Cara Mudah Dan Sederhana Bersihkan Jamur Pada Kaca Mobil

5. Melepas Catalytic Converter

Pengubah katalitik menyaring gas NOx yang dihasilkan saat mesin terbakar. Cara kerjanya adalah dengan memblokir aliran gas buang dari gas buang. Gas NOx ditangkap oleh material khusus di catalytic converter dan gas yang keluar dari gas buang ramah lingkungan.
Namun, struktur pemblokiran seperti itu juga mengganggu proses pembuangan. Karena itu, sebagian besar pengguna mobil memilih untuk melepas konverter katalitik untuk meningkatkan kinerja mesin.

Setelah melepas catalytic converter, performa mesin justru meningkat karena gas buang dilepaskan ke udara tanpa ada hambatan. Namun, motor berbelok lebih cepat bahkan saat diam. Implikasinya, mobil mengonsumsi lebih banyak bahan bakar.

6. Oli roda gigi Matic belum diganti

Mengganti oli transmisi pada kendaraan matic merupakan salah satu perawatan yang tidak boleh diabaikan. Sistem kerja transmisi sangat dipengaruhi oleh pergerakan hidrolik dari oli transmisi.
Jika cairan transmisi sudah lama tidak diganti maka proses putaran akan terhenti dan akan timbul masalah, salah satunya bensin menjadi lebih boros.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *