7 Manfaat Dari Kacang Edamame Untuk Kesehatan Anda

Edamame adalah kedelai muda. Makanan nabati yang populer sebagai camilan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.
Kacang edamame mudah ditemukan di pasar atau supermarket. Bisa juga dibeli secara online. Bisa membeku, tanpa kulit atau tanpa kulit. Rasanya, ada yang asin, ada yang tidak berasa. Cara memasaknya bisa dengan cara direbus, dikukus atau dipanaskan dengan microwave.

Kacang edamame secara alami bebas gluten dan rendah kalori, tidak mengandung kolesterol, dan merupakan sumber protein, zat besi, dan kalsium yang sangat baik.
Healthline memperkirakan bahwa edamame mengandung sekitar 12% protein, yang merupakan jumlah yang layak untuk makanan nabati. Biji hijau edamame menyediakan asam amino esensial yang menjadikannya sumber protein berkualitas tinggi.

Manfaat kesehatan berikut dari edamame dilaporkan oleh MedicalNewstoday:

1. Mengurangi resiko penyakit otak
Edamame dapat mengurangi risiko penyakit otak terkait usia. Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi isoflavon edamame dapat menurunkan risiko penurunan kognitif. Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa pengobatan dengan isoflavon edamame dapat membantu meningkatkan aspek berpikir dan kognisi seperti memori non-verbal dan keterampilan bahasa verbal.
Sebuah studi tahun 2015 terhadap 65 orang dengan penyakit Alzheimer tidak mengkonfirmasi hasil ini. Namun meta analisis pada tahun yang sama yaitu 2015 menyimpulkan bahwa isoflavon kedelai dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif pasca menopause.

2. Meningkatkan kesehatan jantung
Beberapa ilmuwan telah menemukan bukti bahwa protein kedelai memiliki khasiat yang dapat menurunkan low-density lipoprotein (LDL), atau kadar kolesterol “jahat”, dalam darah seseorang. Penulis studi tahun 2017 menunjukkan bahwa edamame juga bermanfaat bagi kesehatan jantung melalui kandungan serat, kandungan antioksidan, dan mekanisme lainnya.

3. Mencegah Depresi
Edamame mengandung asam folat, yang dibutuhkan tubuh untuk membuat DNA dan memungkinkan sel untuk membelah dengan baik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asupan folat yang cukup dapat membantu mencegah depresi.

Hal ini dapat dicapai dengan mencegah terlalu banyak zat yang disebut homosistein menumpuk di dalam tubuh. Kadar homosistein yang tinggi dapat mencegah darah dan nutrisi lain mencapai otak dan mempengaruhi produksi hormon serotonin. Hormon ini membantu mood, tidur, dan nafsu makan.

4. Mengatasi diabetes
Menurut sebuah studi tahun 2012, penderita diabetes tipe 2 bisa mendapatkan keuntungan dari mengonsumsi produk kedelai tanpa pemanis seperti edamame. Para ilmuwan ini memeriksa data untuk 43.176 orang selama periode 5,7 tahun. Mereka menemukan tingkat diabetes tipe 2 yang lebih rendah pada mereka yang mengonsumsi produk kedelai tanpa pemanis, sementara mereka yang makan versi manis berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan dan perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

5. Meningkatkan kesuburan
Beberapa orang berpendapat bahwa mengonsumsi lebih banyak zat besi dan protein dari sumber nabati seperti edamame, bayam, kacang-kacangan, labu, tomat, dan bit dapat meningkatkan kesuburan atau mengurangi risiko gangguan ovulasi. Edamame adalah sumber zat besi, asam folat, dan protein nabati yang baik.
Sebuah laporan kecil dari 2018 menemukan hubungan yang jelas antara kesuburan dan asupan tinggi asam folat, lemak tak jenuh ganda, dan makanan nabati.

6. Meningkatkan energi
Kekurangan zat besi dalam makanan dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Edamame adalah sumber zat besi yang sangat baik, bersama dengan lentil, bayam, dan buah-buahan kering.

7. Mengatasi peradangan
Edamame mengandung kolin, nutrisi yang mirip dengan vitamin B. Ini berkontribusi pada gerakan otot dan memori. Sebuah studi 2010 menyimpulkan bahwa kolin dapat membantu mengurangi peradangan pada penderita asma.

Pada 2017, sebuah penelitian hewan pengerat menunjukkan bahwa kolin dapat membantu melindungi dari peradangan yang menyebabkan penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, kekurangan kolin dapat meningkatkan risiko penyakit hati, arteriosklerosis, dan kemungkinan gangguan neurologis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *