Perang Dagang Tidak Membuat Semua Perusahaan AS Tinggalkan China

Perusahaan AS di China semakin pesimis tentang penyelesaian ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.
Berdasarkan hasil survei Kamar Dagang Amerika di Shanghai terhadap 1.400 perusahaan pada bulan Juni dan Juli, ditemukan bahwa lebih dari seperempat responden memperkirakan bahwa ketegangan perdagangan AS-China akan berlanjut tanpa batas.

Jumlah ini meningkat 17 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, sekitar seperlima dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa ketegangan perdagangan akan berlangsung selama tiga hingga lima tahun atau meningkat dari 13 persen pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA  Berikut Ini 3 Jenis Bansos Yang Akan Diberikan Awal Tahun 2021

Hanya sekitar 14 persen perusahaan percaya ketegangan perdagangan akan selesai dalam satu tahun.
Yang mungkin mendasari sentimen negatif ini adalah kekhawatiran tentang hubungan AS-China yang lebih luas,” kata AmCham Shanghai dalam laporannya, Kamis, (10/9)

Terlepas dari keraguan bahwa ketegangan perdagangan akan segera mereda, sangat sedikit perusahaan yang disurvei berencana untuk menghentikan bisnis mereka dari China.
Sekitar 92 persen responden mengatakan mereka terus berkomitmen untuk berbisnis di China meskipun hubungan AS-China terus putus.

BACA JUGA  UMP 2021 Tak Akan Naik Bahkan Turun Akibat Pandemi Covid-19

Keputusan mereka diambil karena China masih menawarkan banyak keuntungan bagi perusahaan yang masih bertahan di sana. Dalam jajak pendapat AmCham tahun ini, proporsi perusahaan yang mengatakan China telah menghasilkan sumber keuntungan global yang signifikan naik dari 9,4 persen menjadi 32 persen.

Beberapa perusahaan fokus untuk memanfaatkan kelas menengah yang sedang tumbuh di negara itu, sementara yang lain masih bergantung pada negara untuk manufaktur.
Perusahaan Amerika masih melihat pasar konsumen China sebagai peluang besar,” kata Ker Gibbs, presiden Kamar Dagang Amerika di Shanghai.

BACA JUGA  Buruan Cek Cara Dan Syarat Penerima BLT Kemendikbud Untuk Honorer

Ketegangan antara AS dan China telah tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Mereka akan membahas topik mulai dari asal mula pandemi virus korona hingga masalah hak asasi manusia di Hong Kong dan Xinjiang hingga pengendalian teknologi.

Karena masalah ini, Presiden AS Donald Trump mengakhiri hubungan perdagangan khusus antara negaranya dan Hong Kong

Bulan itu, kedua negara juga memerintahkan penutupan konsulat mereka di Houston dan Chengdu. Selain itu, Trump mengeluarkan peraturan untuk melarang dua aplikasi paling populer di China, TikTok dan WeChat, untuk beroperasi di Amerika Serikat.

BACA JUGA  Cara Kelola Keuangan Dengan Cermat Dimasa Pandemi

Leave a Comment