Serangan Bom Di Afghanistan Lukai Wakil Presiden Dan 10 Korban Sipil

Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh terluka ringan dalam serangan bom yang menewaskan 10 orang pada Rabu 9 September.
Ada banyak luka bakar di wajah dan tangan. Ledakan itu begitu kuat, kata Saleh, seperti dikutip AFP.

Namun, Saleh mengaku baik-baik saja usai serangan pemboman konvoinya.
Saya baik-baik saja, tetapi beberapa petugas terluka. Anak saya yang juga satu mobil dengan saya juga baik-baik saja, kata Saleh.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan bom itu ditempatkan di kereta tangan dan diledakkan dari jarak jauh saat konvoi Saleh lewat.
Sayangnya 10 warga sipil, kebanyakan orang yang bekerja di wilayah itu, tewas. Selain itu, 15 orang, termasuk beberapa pengawal wakil presiden, terluka,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Tareq Arian.

BACA JUGA  Nama Presiden Joko Widodo Diabadikan Jadi Jalan di Abu Dhabi UEA

Menteri Dalam Negeri Afghanistan Masoud Andarabi mencurigai serangan itu dipicu oleh jaringan Haqani, kelompok teroris yang berafiliasi dengan Taliban.
Jenis bahan peledak yang digunakan dan jenis serangannya mirip dengan serangan lain yang dilakukan sebelumnya dan diduga dilakukan oleh jaringan Haqqani, “kata Andarabi.

Taliban, saat ini dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat, menolak tuduhan tersebut.
Ini bukan pertama kalinya Saleh diserang. Menjelang pemilihan umum tahun lalu, Saleh juga menjadi sasaran pembunuhan dalam sebuah serangan di kantornya.

BACA JUGA  Jepang Bersiap Hadapi Topan Haishen, Upaya Evakuasi Dilakukan

Sedikitnya 20 orang, kebanyakan dari mereka warga sipil, terluka dalam serangan itu. 50 lebih orang kini terluka.

Leave a Comment