Jakarta Kembali Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai langkah pengereman darurat terkait penanggulangan pandemi virus corona (Covid-19).
“Pada pertemuan siang tadi disimpulkan: Kita akan cabut rem darurat. Kita terpaksa menerapkan kembali pembatasan skala besar seperti dimulainya pandemi. Bukan PSBB transisi, tapi PSBB seperti dulu. Ini rem darurat, yang kami cabut, kata Anies dalam jumpa pers yang rutin digelar. online, Rabu (9/9).

Dalam menghadapi keadaan darurat ini, tidak banyak pilihan bagi Jakarta untuk mencabut rem darurat secepat mungkin, kata Anies.
Terkait hal itu, Anies juga menyatakan akan mencabut sementara pembatasan lalu lintas berdasarkan nomor polisi ganjil dan membatasi angkutan umum.

Untuk itu diperlukan koordinasi transportasi dan tetangga di Jabodetabek. Dan insyaallah besok kami akan mengkoordinasikan pelaksanaan tahap perampingan ke depan. Kita masih punya waktu. Saya berharap pengelola kantor siap memberlakukan pembatasan, ujarnya.

Kebijakan PSBB yang kemudian dilanjutkan dengan transisi PSBB merupakan salah satu upaya Pemprov DKI untuk mengurangi penyebaran virus corona. Namun, dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan tertinggi.

Padahal, Jakarta kembali menjadi provinsi dengan jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 tertinggi dengan 48.393 orang. Dari jumlah tersebut, 36.383 orang dinyatakan sembuh dan 1.317 orang meninggal.

Hingga Selasa, 9 Agustus, Jakarta memiliki 11.030 kasus aktif atau pasien positif Covid-19 yang dirawat dan diisolasi.
Dalam sepekan terakhir, 55.424 orang dites dengan metode PCR, atau sedikitnya 10.645 orang per minggu di atas target WHO untuk Jakarta.

Pekan lalu, persentase kasus positif Covid-19 adalah 13,2 persen.
Mayoritas kasus positif Covid-19 di ibu kota berasal dari cluster perkantoran. Hal ini terkait erat dengan kebijakan pelonggaran kegiatan Anies dalam PSBB Transisi Fase 1.
Peningkatan kasus positif juga tak lepas dari banyaknya tes yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Jakarta merupakan provinsi dengan jumlah tes Covid-19 tertinggi dibandingkan provinsi lain.

Selain meningkatnya jumlah kasus positif, DKI kini kekurangan tempat pemakaman khusus untuk 19 pasien Covid. Pemakaman Pondok Ranggon di Jakarta Timur yang ditetapkan sebagai pemakaman khusus Covid-19 hanya menyisakan sekitar 1.100 lubang.

Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah menambah luas areal pemakaman dengan protokol Covid-19 di TPU Pondok Ranggon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *