Kebiasaan Makan Fast Food Bisa Sebabkan Penuaan Dini

Jika Anda tidak ingin menua sebelum waktunya, lebih baik hindari fast food. Studi menunjukkan bahwa orang yang makan banyak makanan cepat saji olahan lebih cenderung menunjukkan perubahan pada kromosom mereka yang terkait dengan penuaan.

Makan tiga atau lebih porsi yang disebut “makanan olahan ultra” sehari menggandakan kemungkinan untai DNA dan protein, yang disebut telomer, yang berada di ujung kromosom lebih pendek daripada orang yang jarang makan makanan semacam itu, para ilmuwan dilaporkan pada konferensi Eropa. dan internasional tentang obesitas.

BACA JUGA  Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Baru 2020 dalam Islam

Marti dan rekannya melihat data dari hampir 900 orang berusia 55 tahun ke atas yang memberikan sampel DNA pada tahun 2008 dan kemudian memberikan data rinci tentang kebiasaan makan mereka setiap dua tahun setelahnya.

Studi terhadap 645 pria dan 241 wanita itu dibagi rata menjadi empat kelompok berdasarkan konsumsi makanan olahan ultra.

Telomer pendek adalah penanda penuaan biologis pada tingkat sel, dan penelitian menunjukkan bahwa makanan merupakan salah satu faktor yang merangsang sel untuk menua lebih cepat. Meskipun korelasinya kuat, hubungan kausal antara konsumsi makanan olahan dan berkurangnya telomer tetap spekulatif.

BACA JUGA  Berikut Ini Tata Cara dan Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunah

Menurut South China Morning Post, setiap sel manusia memiliki 23 pasang kromosom yang mengandung kode genetik. Telomer tidak membawa informasi genetik apa pun, tetapi sangat penting untuk menjaga stabilitas dan integritas kromosom dan, terlebih lagi, DNA, yang fungsinya bergantung pada semua sel dalam tubuh kita.

Seiring bertambahnya usia, telomer kita secara alami memendek karena setiap kali sel membelah, beberapa telomere hilang. Penurunan panjang ini telah lama dikenal sebagai penanda usia biologis.

BACA JUGA  Penyebab Susah Kecilkan Perut Buncit Meski Sudah Rutin Olahraga

Makanan sampah diproduksi secara industri dan terdiri dari minyak, lemak, gula, pati dan protein yang mengandung sedikit makanan utuh atau alami. termasuk perasa buatan, pewarna, pengemulsi, pengawet, dan aditif lain yang meningkatkan umur simpan dan margin keuntungan. Ini juga berarti makanan bergizi buruk.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan korelasi yang kuat antara makanan olahan ultra dan tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, diabetes tipe 2 dan beberapa bentuk kanker.
Jadi berhati-hatilah saat mengonsumsi fast food jika tidak ingin menua sebelum waktunya.

BACA JUGA  Hanya Dengarkan Musik Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Leave a Comment