Seruan Persatuan Dokter Paru Indonesia Untuk Masyarakat Dan Nakes

Penyebaran virus korona semakin meningkat. Jumlah kasus Covid-19 melebihi 200.000 kasus pada Selasa (8/9). Meningkatnya jumlah kasus membuat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat dan petugas kesehatan.
Perhatikan jumlah korban yang terus meningkat dari hari ke hari, tidak hanya di masyarakat tapi juga di kalangan petugas kesehatan yang menjadi aset berharga saat pandemi Covid-19,” tulis PDPI dalam siaran persnya yang diterima pada hari Selasa.

Ketua Umum PDPI Spesialis Paru Agus Dwi Susanto mengimbau masyarakat tidak meremehkan Covid-19. Covid-19 telah merenggut banyak nyawa dan akan terus berkembang jika masyarakat terus mengabaikan protokol kesehatan.

BACA JUGA  Lima Hal Yang Bisa Dilakukan Agar Anak Terhindar dari Obesitas

Agus meminta petugas kesehatan untuk memprioritaskan kesehatannya masing-masing karena tenaga kesehatan adalah ujung tombak dalam penanggulangan Covid-19.

Saya bangga dengan semua dokter spesialis paru-paru di Indonesia, hingga saat ini kita masih menghadapi masalah pandemi yang belum diketahui kapan akan berakhir sebagai spesialis paru sebagai pemimpin dalam urusan medis dan manajemen tetap bersemangat untuk menyelesaikan masalah ini.” Pandemi, selalu kebersamaan dengan rekan lain dan update ilmu tentang Covid-19, ”kata Agus.

Berikut imbauan PDPI kepada masyarakat jaga dan tenaga kesehatan di Indonesia.

BACA JUGA  Fakta Jumlah Air Yang Harus Kita Minum Setiap Hari

Seruan PDPI untuk masyarakat Indonesia

1. Covid-19 bukan konspirasi, melainkan nyata oleh karena itu jangan anggap remeh.
2. Covid-19 adalah musuh bersama, mari bergotong royong menghadapinya dengan sama-sama lindungi diri sendiri dan orang lain.
3. Selalu bekerja sama dengan pemerintah dalam hal mengurangi penularan transmisi Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan (3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan secara teratur dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer) yang telah ditetapkan di mana saja kapan saja.
4. Selalu menjalankan pola hidup sehat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh seperti makan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur, hindari stres, tidak merokok.
5. Senantiasa mengikuti informasi yang diberikan pemerintah.
6. Dukung tenaga kesehatan di semua level fasilitas kesehatan dengan cara menghormati dan menghargai para tenaga kesehatan.
7. Mengetahui konsekuensi risiko hukum apabila melanggar UU Wabah Penyakit Menular dan UU Kekarantinaan Kesehatan.
8. Tetap kontrol untuk penyakit-penyakit rutin (seperti asma, PPOK,
tuberkulosis, kanker paru dll) ke dokter paru di fasyankes dengan tetap melaksanakan protocol kesehatan.

BACA JUGA  Cara Cepat Mudah Dan Aman Menurunkan Berat Badan

Seruan untuk tenaga kesehatan

1. Prioritas adalah kesehatan dan keselamatan tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. Tanpa tenaga kesehatan yang sehat, sistem kesehatan bisa lumpuh.
2. Setiap tenaga medis tetap melakukan pelayanan kesehatan pada masyarakat dengan menjunjung tinggi etika dan profesionalitas.
3. Setiap tenaga medis mematuhi dan memastikan protokol kesehatan yang berlaku di tempat kerja berjalan dengan baik dan benar.
4. Setiap tenaga medis agar selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) standar yang sesuai dengan level tempat bekerja (rawat jalan maupun rawat inap).
5. Setiap tenaga medis tetap menjaga kesehatan, istirahat yang cukup dan nutrisi yang cukup.
6. Setiap tenaga medis melakukan pemeriksaan skrining berkala Covid-19 di tempatnya masing-masing.

BACA JUGA  Bagaimana Cara Pastikan Kualitas Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif?

Leave a Comment