Seorang Pengungsi Muslim Rohingya Di Aceh Meninggal

Mushalimah, 21, seorang Muslim Rohingya, meninggal pada Selasa malam, 8 September 2020, di tempat penampungan sementara di Pusat Pendidikan Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh. Warga Rohingya ini meninggal karena sakit. Saat ini, jenazah sementara di ruang kotak es dan menunggu proses penguburan.

Humas RS Cut Mutia Lhokseumawe Jalaludin mengatakan pasien meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB. Jenazah masih berada di ruang peti mati untuk dimandikan, menunggu prosesi pemakaman, yang tidak pasti dimana tempatnya.

Menurut dia, jenazah Mushalimah dibawa ke RSUD Cut Mutia Lhokseumawe oleh UNHCR.
Pasien diduga menderita radang paru-paru dan sesak napas. Penyakit umum yang diderita pendatang Rohingya sebelumnya harus melalui rapid test. Namun, hasilnya non reaktif,” kata Jalaluddin.

Jalaluddin menambahkan, selain pasien meninggal, RS Cut Meutia juga merawat dua imigran lainnya, yakni seorang anak imigran berusia 16 tahun yang mengalami dehidrasi, salah satunya sudah keluar dari rumah sakit. Sekarang hanya ada satu pasien yang tersisa di ruang paru-paru.

Sementara itu, suasana duka dan duka mengiringi kedua kerabat yang menemani mereka dari tempat penampungan hingga kamar jenazah. Terisak-isak mengiringi hingga jenazah dibawa ke ruang kotak es.

Para petugas medis kesulitan berkomunikasi dengan keluarga Rohingya, yang meninggal saat menanyakan tentang prosesi pemakaman Mushalimah.
Seperti diketahui, pengungsi Rohingya ada 297 orang, terdiri dari 181 perempuan, 14 anak, dan sisanya laki-laki. Mereka sebelumnya terdampar di pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *