Lebih Baik Mana? Diet Rendah Karbohidrat Atau Diet Rendah Lemak

Saat mencoba menurunkan berat badan, saran pertama yang akan Anda dapatkan adalah mengurangi asupan lemak dan karbohidrat. Baik karbohidrat dan lemak terkait dengan penambahan berat badan, tetapi keduanya juga merupakan bagian penting dari makanan yang dikonsumsi. Membatasi segalanya tentu saja bukan pilihan yang baik.

Rendah karbohidrat dan rendah lemak adalah dua tren diet umum yang menjanjikan penurunan berat badan dengan cepat dan efektif. Namun dilema yang umum adalah mana yang lebih baik di antara kedua kebiasaan makan tersebut?

BACA JUGA  Seruan Persatuan Dokter Paru Indonesia Untuk Masyarakat Dan Nakes

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan tersebut, peneliti baru-baru ini melakukan penelitian. Seperti dilansir Times of India, berikut ulasannya.

Untuk mengetahui perbedaan dan keefektifan dua tren diet rendah karbohidrat dan rendah lemak yang populer, para peneliti melacak sekitar 600 orang dewasa yang mengikuti diet rendah lemak atau rendah karbohidrat selama setahun. Mereka mencoba mencari tahu faktor apa yang mungkin bertanggung jawab atas penurunan berat badan mereka. Tetapi mereka benar-benar terkejut mengetahui bahwa hampir tidak ada perbedaan di antara keduanya.

BACA JUGA  Teliti Sebelum Membeli, Banyak Masker Medis Daur Ulang Dijual Bebas

Kedua tren diet tersebut mempromosikan hasil penurunan berat badan yang serupa. Namun, mereka tidak dapat dengan jelas menunjukkan bagaimana beberapa orang dapat menurunkan berat badan lebih dari yang lain terlepas dari tren diet yang mereka ikuti.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Stanford University School of Medicine di California, penelitian tersebut melibatkan orang-orang yang berusia antara 18 dan 50 tahun. Di antara mereka, 6 dari 10 relawan adalah perempuan.

BACA JUGA  Ingat, Ini Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat

Partisipan hanya diminta membatasi asupan lemak dan karbohidrat serta menghindari penghitungan kalori. Namun, Anda tidak boleh mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Anda didorong untuk makan di rumah, makan dengan hati-hati, dan menghindari makanan olahan.

Hasilnya, ditemukan bahwa eksperimen tersebut bermanfaat bagi sebagian orang sementara tidak terlalu efektif bagi orang lain. Beberapa orang kehilangan 25 kilogram, yang lain 10 kilogram.

Para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan berat badan tidak hanya bergantung pada jenis diet yang Anda ikuti, tetapi juga pada faktor lain seperti gen Anda.

BACA JUGA  Waduh, Ilmuwan Ungkap Test PCR Bisa Hasilkan Positif Palsu

Rata-rata, ditemukan bahwa kedua kelompok orang tersebut kehilangan sekitar 6 kilogram berat badan dalam satu tahun. Dari penelitian ini, tampak bahwa diet rendah lemak dan rendah karbohidrat akan membantu Anda menurunkan berat badan dalam jumlah yang sama. Tidak peduli diet apa yang Anda ikuti, makan dengan sehat dan berolahraga.

Leave a Comment