Ketahui Secara Dini Penyebab Kanker Rahim (Serviks)

Kanker serviks terjadi karena pertumbuhan sel yang tidak normal pada serviks. Kenali berbagai penyebab dan faktor risiko yang memicu kanker serviks.
Kanker serviks adalah kanker paling umum keempat pada wanita. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa diperkirakan sekitar 570.000 wanita di seluruh dunia menderita kanker serviks dan 311.000 di antaranya meninggal.

Vaksinasi dan skrining HPV dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks. Deteksi dini meningkatkan kemungkinan penyembuhan pasien kanker serviks.

BACA JUGA  Ketahui Perbedaan Antara Penyakit Reumatik Dan Asam Urat

Sebagian besar kasus kanker serviks (99 persen) disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Selain HPV, ada beberapa penyebab lain kanker serviks: situs resmi American Cancer Society.

1. Infeksi HPV
Infeksi HPV merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya kanker serviks. HPV dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui aktivitas seksual.
Infeksi HPV cukup umum di masyarakat. Pada kebanyakan orang, infeksinya hilang dengan sendirinya, namun pada beberapa kasus infeksi tidak kunjung sembuh dan menjadi kronis, yang dapat menyebabkan kanker.

BACA JUGA  10 Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan

2. Aktif secara seksual
Berbagai faktor yang berkaitan dengan aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker serviks. Risiko ini dipengaruhi oleh meningkatnya kemungkinan terkena HPV selama hubungan seksual.
Aktif secara seksual sejak usia muda (terutama di bawah usia 18 tahun), memiliki banyak pasangan, dan memiliki pasangan yang berisiko tinggi semuanya dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker serviks.

3. Merokok
Rokok mengandung sejumlah bahan kimia yang bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Wanita yang merokok dikatakan mengembangkan kanker serviks dua kali lebih sering daripada bukan perokok.
Studi tersebut menemukan bahwa beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam tembakau ditemukan pada lendir serviks wanita yang merokok. Peneliti percaya bahwa zat ini merusak DNA sel serviks dan berkontribusi pada perkembangan sel kanker.

BACA JUGA  Apa Itu Bipolar, Makanan Apa Saja Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderitanya?

4. Sistem kekebalan yang lemah
Human Immunundeficiency Virus (HIV) dapat melemahkan sistem kekebalan dan membuat seseorang berisiko tinggi terkena infeksi HPV.
Sistem kekebalan berperan penting dalam membunuh sel kanker dan memperlambat pertumbuhannya. Pada wanita dengan HIV, kanker serviks dapat berkembang lebih cepat dari biasanya dan menjadi invasif. Kelompok wanita lain yang berisiko adalah wanita yang mengonsumsi obat untuk menekan respons kekebalan, seperti mereka yang menderita penyakit autoimun.

5. Infeksi klamidia
Klamidia adalah jenis bakteri yang paling sering menginfeksi sistem reproduksi. Klamidia dapat menyebar melalui hubungan seksual.
Beberapa penelitian menemukan risiko lebih tinggi terkena kanker serviks pada wanita yang terinfeksi bakteri Chlamydia. Penelitian tertentu juga menemukan bahwa bakteri klamidia dapat membantu HPV berkembang dan hidup di serviks, yang dapat meningkatkan risiko kanker.

BACA JUGA  Berikut Ini 5 Cara Mudah Dan Sederhana Menghilangkan Plak Gigi

6. Penggunaan kontrasepsi oral (pil KB) jangka panjang.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pil KB yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker serviks meningkat selama seorang wanita mengonsumsi pil KB. Namun, risikonya cenderung menurun saat pil dihentikan.

7. pola makan rendah buah dan sayuran
Pola makan juga dapat memengaruhi risiko kanker serviks. Penelitian telah menemukan bahwa wanita gemuk lebih mungkin mengembangkan jenis kanker serviks tertentu. Wanita yang menjalani diet rendah buah dan sayuran juga berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks.

BACA JUGA  Lima Bahan Alami Ini Bisa Tuntaskan Masalah Ketombe Anda

Leave a Comment