Kronologis Penangkapan Reza Artamevia Terkait Kasus Narkoba

Reza Artamevia ditangkap polisi karena menggunakan narkoba dan memiliki sabu. Ini kronologi penangkapan Reza.
Ia ditangkap pada Jumat (4/9/2020) pukul 16.00 WIB di sebuah restoran di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Di sakunya ada klip sabu 0,78 gram dan dompet.
Setelah menggeledah rumahnya, polisi menemukan alat penyedot atau bong and korek api.

Kronologisnya berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa ada masyarakat yang sering menggunakan atau memesan sabu-sabu. Kemudian tim melakukan investigasi dan berhasil menemukan seorang wanita di sebuah restoran yang baru saja membeli sabu-sabu. Inisialnya RA pada hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB, ujar Yusri dalam jumpa pers yang berlangsung pada Minggu (4/9/2020).
Dari lokasi penangkapan, polisi bergerak ke kediaman Reza Artamevia di Cirendeu, Tangerang Selatan.

Lalu kami lakukan penggeledahan dan ternyata ada penjepit dengan kristal sabu di sakunya. Lalu kami menggeledah rumahnya di kawasan Cirendeu. Rumah yang kami temukan ada bong dan korek api, jelas Yusri. .

Kami sedang menyelidiki yang bersangkutan untuk mencari tahu dari mana barang haram itu berasal, lanjutnya.
Reza Artamevia mengakui kepada pihak berwenang bahwa dia telah menggunakan obat-obatan terlarang lagi sejak mengkarantina dirinya selama pandemi.

Polisi menggelar jumpa pers tentang penangkapan penyanyi Reza Artamevia karena penyalahgunaan narkoba. Reza juga diperkenalkan dengan setelan penjara.
Polisi menggelar jumpa pers tentang penangkapan penyanyi Reza Artamevia karena penyalahgunaan narkoba. Reza juga diperkenalkan dengan setelan penjara. Foto: Rengga Sancaya
RA mengaku menggunakan sabu di rumah selama 4 bulan saat terjadi pandemi COVID-19. Saya masih menyelidiki motifnya, kata Yusri.

Hasil tes urine positif aphetamine atau masuk kategori narkotika sabu, kata Yusri lagi.
Atas perbuatannya tersebut, Reza Artamevia dikenai pasal 112 ayat 1 ayat 127 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia juga harus mengambil risiko hukuman minimal 4 tahun dan hukuman maksimal 12 tahun.

Reza Artamevia meminta maaf atas publikasi oleh Polda Metro Jaya pada Minggu (6/9/2020). Dia membawa surat dan membacanya.
Dalam kesempatan itu, Reza Artamevia terlihat mengenakan setelan penjara berwarna oranye. Dia juga tampil dengan masker.

Pertama, Reza Artamevia meminta maaf setelah ditangkap karena narkoba. Menurut hasil penyelidikan, urine penyanyi itu juga positif narkoba.
Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan permintaan maaf saya kepada anak-anak saya Zahwa dan Aaliya, orang tua saya, adik-adik, guru, teman dan kerabat serta semua orang yang mendukung karir menyanyi saya, kata Reza Artamevia.

Saya mohon maaf baik secara fisik maupun mental atas perbuatan saya. Mudah-mudahan ini tidak akan ditiru oleh siapapun dan menjadi pelajaran berharga, khususnya bagi saya.
Reza Artamevia memiliki sejarah panjang sabu-sabu. Sebelum Reza Artamevia terlibat kasus dugaan narkoba saat itu, ia ditangkap pada 2016 bersama guru spiritualnya Gatot Brajamusti dan istrinya Dewi Aminah di Mataram.

Dalam hal ini, pelantun ‘berharap tak berpisah’ itu memberitakan Gatot Brajamusti karena merasa dikhianati tentang ambisinya di tahun 2016 lalu. Reza Artamevia mengaku baru menyadari bahwa aspat yang diberikan kepadanya setelah direhabilitasi adalah sabu.

Reza melaporkan Gatot karena penipuan. Reza melaporkan karena mengalami kerugian sebesar Rp. 15 juta. Selama tinggal di Padepokan Brajamusti, ia dianggap sebagai stimulan. Sementara kemudian terbukti bahwa obat yang digunakan untuk berinteraksi dengan pikiran adalah sabu.

Kali ini, Reza juga melakukan tes urine. Hasilnya menunjukkan bahwa dia positif menggunakan narkoba. Dalam kesempatan itu, Reza juga meminta maaf kepada semua pihak karena selama ini ia memang tidak mengetahui aspat ternyata narkoba. Apalagi ia juga merasa bersalah kepada keluarga besarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *