Kunjungi Objek Wisata Gua Bhuto Di Bondowoso

Bondowoso memiliki kawasan yang diusulkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Di dalamnya terdapat Gua Bhuto yang telah ada sejak abad ke-14.
Bagi masyarakat sekitar, situs Goa Bhuto ini biasa disebut sebagai “Gua Butah” (Butah berarti “raksasa” dalam bahasa Madura). Hotel ini terletak di Desa Jirek Mas, Cermee, atau kurang lebih 3 jam perjalanan dari kota Bondowoso.

Belum diketahui tahun berapa Gua Bhuto dibangun. Akan tetapi, diperkirakan antara abad ke-13 dan ke-14 atau pada akhir atau setelah era Kerajaan Majapahit.
Sekilas sisi ini hanyalah tebing yang menjorok. Namun, ada relief besar di dinding. Selain relief utama yang sangat besar, terdapat relief dengan struktur dan bentuk berbeda di kedua sisinya.

Ada juga mata air di bagian bawah situs. Konon meski hanya setetes air kecil, namun mengalir sepanjang tahun, menurut masyarakat setempat. Meski kemarau panjang dan kemarau panjang.
Menurut arkeolog di Bondowoso, Heri Kusdaryanto, berdasarkan referensi dan penelitian, gua tersebut merupakan peninggalan agama Buddha. Tempat ini adalah pertapaan para biksu.

Antara abad 13-14 atau sekitar era Majapahit, kata Heri Kusdaryanto, Kepala Departemen Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Minggu (9/6/2020).

Menurut Heri, tempat itu kemungkinan adalah pertapaan para biksu pada masa itu. Karena tempatnya berada di tempat yang relatif jauh dari peradaban. Bahkan lokasinya berada di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Yang jelas situs itu peninggalan agama Buddha karena strukturnya di relief, pungkas arkeolog yang kuliah di Universitas Udayana Bali itu.

Karena strukturnya, situs Goa Bhuto terdiri dari 4 relief. Yaitu relief Kala (Butho), relief kuncup bunga teratai, relief Buddha yang bertapa, kepala manusia bertanduk yang dikelilingi api, dan relief orang yang bersemedi.

Sayangnya, beberapa relief sudah mulai dipasang di lokasi, banyak di antaranya tidak utuh dan rusak. Beberapa bahkan hilang. Ternyata itu karena tangan-tangan jahil.
Pengamatan di detikTravel di lapangan Gua Bhuto terletak di atas tebing berbatu dengan kemiringan sekitar 60 hingga 70 derajat di ketinggian 200 meter di atas dasar lembah. Untuk menuju tempat ini jalurnya bervariasi. Mulai dari jalan aspal, kerikil, hingga jalan setapak sepanjang 1 m.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *