Pakar Epidemiologi : Sanksi Protokol Kesehatan Tak Ada Efek Jera

Epidemiologi FKM UI Pandu Riono menyinggung sejumlah sanksi yang “aneh” seperti masuk ke replika peti mati, masuk ambulans dengan peti jenazah, dan push up yang digunakan di berbagai bidang terkait pelanggaran protokol kesehatan. Pandu mengatakan sanksi itu tak mendidik dan hanya jadi candaan.
Ya, kecenderungan kegiatan (pemberian sanksi) tidak mendidik dan humoris, kata Pandu saat dihubungi, Sabtu (5/9/2020).

Pandu mengatakan, pemerintah provinsi atau daerah mungkin akan marah dengan pendisiplinan masyarakat. Untuk alasan ini, sanksi seperti push-up, ditempatkan di peti mati, dan ditempatkan di ambulans dengan peti mati dikenakan.

Saya sudah kesal, saya tidak tahu (sanksinya ada sisi negatifnya atau tidak). Tapi sebaiknya terus dilatih, kata Pandu.

Tapi, menurut dia, hukuman masuk pelanggaran protokol kesehatan di peti mati repilka atau ambulans dengan peti mati tidak berbahaya. Menurutnya, berada di tengah keramaian itu berbahaya dan tidak memakai masker. Penularan berbahaya dalam kerumunan yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak, katanya.

Sebelumnya, Camat Parung pemerintahan Bogor, Yudi Santosa, telah menjatuhkan sanksi unik terhadap pelanggaran protokol kesehatan di wilayahnya. Warga yang tidak memakai masker diminta masuk ke ambulans dengan membawa peti mati.

Betul, kami lakukan. Jadi pelaku dibawa ke ambulans yang berisi peti mati rapi yang sebenarnya dikondisikan seolah-olah ada mayat, kata Yudi saat ditemui, Sabtu (5/9).

Yudi berharap sanksi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak saat pandemi. Ia ingin sanksi tersebut mendorong masyarakat untuk tidak meremehkan pandemi COVID-19.

Sanksi ini kami berikan di Kecamatan Parung. Kami ingin menyadarkan mereka, karena jika tidak memakai masker, jika lalai karena segala alasan, dengan meremehkan pandemi COVID ini bisa mengakibatkan kematian. menyebabkan kematian keluarganya sendiri dan kematian orang lain, jelas Yudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *