Perlu Anda Ketahui Jamu Bukan Untuk Bunuh Virus Tapi Untuk Imunitas

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan, penggunaan produk herbal seperti Jamu saat ini bukan untuk menyembuhkan COVID-19, melainkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Hal itu disampaikan Mayagustina Andarini, Deputi Bidang Pembinaan Obat Tradisional, Suplemen Diet dan Kosmetika BPOM, dalam seminar online.

Jamu hanya digunakan untuk menambah stamina. Itu adalah imunomodulator. Jadi tubuh kita membutuhkan prajurit untuk menghadapi musuh. Tugas jamu ini adalah membentuk tubuh kita sedemikian rupa sehingga mempersiapkan tentara. Virus jangan dibunuh, kata Maya,

Harapannya dengan cukup ‘tentara’ di tubuh kita musuh akan kalah, tambahnya.
Maya mengatakan, jika kondisi pasien COVID-19 itu parah, seperti dengan ventilator, tentu tidak bisa sembarangan menggunakan jamu dalam pengobatannya.

Ada fase-fase tertentu di mana kita masih bisa membantu dengan herbal dan suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita. Tentunya, jika kondisinya parah, akan sulit menghadapinya, tambah Maya.

Ia juga menyatakan bahwa bahkan ketika menangani pasien COVID-19, produk herbal digunakan bersama obat lain untuk meningkatkan kekebalan.
Maya percaya bahwa anggapan saat ini bahwa obat atau jamu tertentu dapat menyembuhkan dan mencegah COVID-19 dalam waktu singkat membuat orang mengabaikan protokol kesehatan.

Tak jarang, ia masih menerima pertanyaan dari beberapa orang dengan latar belakang pendidikan yang baik tentang topik-topik yang beredar.
Kita harus bahu membahu mengedukasi konsumen dan masyarakat agar tidak mudah termakan lelucon atau propaganda berlebihan tersebut, ucapnya.

Sementara itu, BPOM mengumumkan saat ini mendukung 11 studi terkait uji klinis produk herbal sebagai imunomodulator dalam penanggulangan COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *