Tips Dan Trik Agar Aman Traveling Di Masa New Normal

Tidak sabar untuk melakukan perjalanan lagi ketika situasinya telah pulih. Kita mendengar bahwa pemerintah mulai menerapkan protokol keamanan terbaru untuk mengatasi situasi normal baru, yaitu periode waktu yang kami sebut Transisi ke Relaksasi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Tentunya banyak sekali destinasi yang ingin Anda kunjungi, baik itu pantai maupun hotel favorit yang menjadi wish list di awal perjalanan Anda. Agar tetap “terlindungi” saat berwisata, Anda akan menemukan Pegipegi di sini yang merangkum tips aman yang bisa dengan mudah dilakukan saat berwisata.

Selalu pakai hand sanitizer

Mencuci tangan secara teratur sangat penting untuk menjaga kebersihan tangan, terutama mengingat banyak kuman dan virus yang dapat menempel di tangan Anda. Kami juga sangat sering menyentuh wajah kami dengan tangan kami. Riset menunjukkan bahwa kita menyentuh wajah dengan tangan hingga 23 kali hanya dalam satu jam.

Jika mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir bukan merupakan pilihan, hand sanitizer dapat digunakan sebagai pengganti sabun cuci tangan, yang efektivitasnya tidak jauh berbeda. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Maryland menunjukkan bahwa jumlah bakteri yang tertinggal di tangan yang dibersihkan dengan sabun dan hand sanitizer tidak terlalu bervariasi.

Gunakan masker kain di manapun

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar setiap orang memakai masker kain saat pergi ke tempat umum. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus dari orang tanpa gejala (OTG).
Namun, menggunakan masker bukan berarti aman berada di dekat orang lain. Namun, tetap harus mengikuti protokol yang benar dan benar untuk menjaga jarak.

Pilih tempat duduk di dekat jendela pesawat

Jika memungkinkan, pilih tempat duduk dekat jendela saat bepergian melalui udara. Sebuah studi oleh Emory University menemukan bahwa tempat teraman untuk duduk di pesawat selama musim flu adalah di dekat jendela. Mengapa? Karena orang yang duduk di kursi dekat jendela memiliki lebih sedikit kontak dengan orang yang berpotensi sakit.

Bawalah alat makan Anda sendiri

Anda bisa membawa peralatan makan dan minum seperti sendok, garpu, dan mug kemanapun Anda pergi. Membawa peralatan makan sendiri dapat mencegah penularan.

Check-in online

Kita tahu bahwa salah satu media penyebaran virus adalah melalui sentuhan. Sementara itu, boarding pass menjadi salah satu barang yang sering berpindah tangan dan disentuh untuk diperiksa.
Solusi untuk mengurangi sentuhan selama periode peninjauan adalah dengan boarding pass online. Oleh karena itu, lebih baik check-in langsung dari aplikasi Pegipegi.

Bawalah termometer digital Anda sendiri

Tes suhu tubuh di tempat umum adalah hal yang normal akhir-akhir ini. Biasanya dengan “menembakkan” termometer infra merah digital di atas mata (dahi). Karena ukurannya dan harga yang relatif tinggi, tidak ideal untuk dibawa sendiri.
Namun, Anda bisa membeli termometer yang lebih kecil dengan harga lebih murah sekitar Rp 20.000 hingga Rp 40.000 di toko online. Anda dapat menggunakan termometer ini untuk memeriksa suhu tubuh Anda secara teratur di tempat tujuan. Ini juga digunakan untuk memastikan apakah Anda mengalami gejala demam.

Pilih tujuan outdoor daripada indoor

Kita tahu bahwa virus menyebar lebih cepat di tempat tertutup (dalam ruangan) dan keramaian. Hal ini membuat tujuan luar ruangan seperti taman, pantai, pegunungan dan sejenisnya menjadi lebih populer. Saat menerapkan protokol jarak, target luar ruangan biasanya lebih aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *