Hanya Dengarkan Musik Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Berbagai jenis diet diklaim dapat menurunkan berat badan. Namun, berdiet dengan mengurangi asupan makanan saja tidak cukup. Untuk menurunkan berat badan, tubuh membutuhkan proses metabolisme yang baik.
Untuk meningkatkan metabolisme, berkonsentrasilah pada latihan dengan iringan musik. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Exercise Physiology menemukan bahwa orang yang berolahraga dengan musik tempo cepat memiliki detak jantung yang lebih tinggi, suhu tubuh yang meningkat, dan laju pernapasan yang meningkat. Ketiga kondisi tersebut menunjukkan jumlah kalori yang terbakar.

Jika Anda memulai Huffington Post, orang yang berolahraga dengan musik lebih cepat bisa membakar lebih banyak kalori dibandingkan orang yang berolahraga tanpa musik sama sekali.

Selain itu, musik juga memiliki kemampuan untuk melepaskan endorfin yang membawa kegembiraan. Hormon ini dilepaskan setelah latihan yang menyenangkan, biasanya diiringi dengan musik pengiring. Endorfin juga telah terbukti mengurangi nafsu makan dan memobilisasi simpanan energi dengan membakar lemak.

Musik juga dikatakan memiliki kemampuan untuk mengurangi timbunan lemak, terutama di perut. Bagi kebanyakan dari kita, kelebihan lemak perut disebabkan oleh pilihan makanan yang buruk dan stres.

Stres dapat melepaskan hormon kortisol, yang menyebabkan lemak disimpan di sekitar organ utama tubuh kita, termasuk perut. Musik dapat menurunkan kadar hormon kortisol yang dilepaskan.

Di masa-masa stres, otot membutuhkan energi tambahan dari tubuh untuk memenuhi kebutuhannya yang meningkat. Musik membahas hal ini dengan mengurangi stres dan menekan keinginan untuk meningkatkan asupan karbohidrat.

Ingat, bagaimanapun, bahwa musik bukanlah satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan. Musik hanyalah suplemen untuk diet seimbang yang dikombinasikan dengan olahraga teratur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *