Materai 3.000 Dan 6.000 Akan Dihapus Di gantikan Materai 10.000

Pemerintah dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelesaikan penyusunan RUU yang akan merevisi Undang-Undang Pajak Meterai Nomor 13 Tahun 1985.
Setelah menyelesaikan invoice, tarif materai nantinya menjadi Rp 10.000. Jumlah ini naik dibanding tarif sebelumnya Rp 6 ribu dan Rp 3 ribu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan tarif itu sejalan dengan penetapan tarif bea materai tunggal sehingga tidak ada lagi dua tarif.
Untuk mengoptimalkan tarif, tarif yang digunakan hanya satu tarif Rp 10.000. Dari dua sebelumnya Rp 3.000 dan Rp 6.000, kata Sri, Kamis, 3 September 2020, di ruang rapat Komisi XI DPR di Jakarta. .

Menurut Sri, RUU tersebut terdiri dari 32 kiriman yang salah satunya juga mengatur tentang penerapan materai pada dokumen elektronik. Pembayaran juga dapat dilakukan melalui sistem elektronik.
UU Meterai yang baru diharapkan bisa memberlakukan dokumen yang tidak hanya di atas kertas tapi juga dalam bentuk digital. Hal ini sejalan dengan perkembangan dan perkembangan zaman, ujarnya.

Sri menegaskan, setelah pembahasan RUU selesai di Komisi XI, langkah selanjutnya adalah mengambil keputusan di rapat paripurna DPR mendatang.
Sekarang kita bisa membuat keputusan level 1 untuk dibawa ke sidang paripurna. Harapannya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan memperbaiki kebijakan dan perangkat pemerintah, ucapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *