Pelemahan Rupiah Akan Semakin Dalam Imbas Pemulihan Ekonomi AS

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (USD) kemungkinan akan terus mempertahankan sentimen positif berdasarkan data manufaktur AS. Namun, Kepala Peneliti Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan dolar AS masih menguat terhadap nilai tukar lainnya karena pemulihan ekonomi di AS dengan membaiknya data aktivitas manufaktur AS.

Ini bisa jadi salah satu faktor pendorong melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini. Selain itu, faktor deflasi dan masalah pembagian beban dalam negeri bisa menambah tekanan terhadap rupiah, ujarnya kepada Ariston di Jakarta, Kamis. (9 Maret 2020).

Di sisi lain, rally di pasar ekuitas pasar berkembang berpotensi menahan pelemahan nilai tukar rupiah. Kemungkinan pergerakan rupiah hari ini Rp 14.650 hingga Rp 14.850, jelasnya.

Sebelumnya, persoalan kesenjangan internal antar anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sempat mengemuka, seperti yang disampaikan anggota Komisi XI kemarin dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Namun, hal itu langsung dibantah oleh mantan direktur Bank Dunia itu.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) kemarin lebih tertekan pada awal perdagangan Rabu (2/9) seiring meningkatnya tekanan akibat pandemi Covid-19. Nilai depresiasi mata uang Garuda mengiringi dolar AS yang membalikkan apresiasinya dari level terendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *