Objek Wisata Gunung Kidul Perpanjang Masa Uji Coba Pembukaan

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta memperpanjang masa uji coba pembukaan tempat wisata, meski wisatawan memadati kawasan tersebut, terutama pada akhir pekan.
Perpanjangan masa uji coba pembukaan objek wisata terbatas untuk umum hingga 30 September merupakan tahap keempat. Hal ini dilatarbelakangi dengan perpanjangan waktu tanggap darurat COVID-19 di Yogyakarta dari 1 September hingga 30 September kata sekretaris Dinas Pariwisata Pegunungan Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, Selasa (1/9), dikutip dari ANTARA.

Ia mengatakan, saat ini terdapat sekitar 20 objek wisata yang memiliki upaya terbatas. Terakhir, ada Gua Pindul, tempat rekomendasi satgas baru diterbitkan pada akhir Agustus.
Ia juga mengakui Satgas COVID-19 dan biro pariwisata tingkat kabupaten belum berani memberikan rekomendasi uji coba terbatas properti wisata mulai dari Pantai Ngedan, Gunung Gambar, Wonosari, Sriten, Gunung Gentong dan Green Village hingga Gunung Ireng.

Objek wisata yang belum teruji membutuhkan tambahan sarana dan prasarana pendukung yang merupakan syarat mutlak, seperti tempat cuci tangan dan termos, serta kesiapan SDM agar tidak menjadi penyebab cluster penyebaran COVID-19, ujarnya. .

Harry mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul bertekad menerapkan protokol kesehatan di sektor pariwisata.
Secara keseluruhan, pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian Gunung Kidul. Sektor pariwisata mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran bahkan mendongkrak sektor UMKM di daerah.

Inilah mengapa protokol kesehatan sangat penting agar ditegakkan dengan tegas. Artinya, aktivitas wisata di Gunung Kidul masih berdasarkan protokol kesehatan yang ketat.
Pengunjung tetap diharuskan memakai masker untuk membatasi jumlah pengunjung dan wisata operasional.
Dinas pariwisata juga telah menyiapkan program pariwisata bertingkat tiga. Ketiganya adalah review atas tatanan baru, masa transisi dan masa tatanan baru.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata sudah memberlakukan aturan yang lebih ketat selama masa percobaan. Antara lain pengunjung dari zona merah dilarang masuk dan mewajibkan pengunjung untuk mengisi informasi pribadinya di aplikasi Visit Jogja. Semua itu harus mengikuti regulasi dari Pemerintah Daerah Yogyakarta. kata Harry.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gunung Kidul Sri Suhartanta mengatakan, Pemkab Gunung Kidul akan terus memperkuat sosialisasi tata cara kesehatan di tempat-tempat keramaian. Termasuk dalam destinasi wisata.

Fasilitas fisik terdiri dari lebih banyak wastafel atau tempat cuci tangan dan disinfektan. Rencananya juga akan ada loudspeaker untuk sosialisasi.

Saat ini Pemkab Gunung Kidul sedang berupaya menambah jumlah titik jaringan internet khususnya di kawasan yang masih kosong. Jaringan internet diperlukan untuk memudahkan pendataan pengunjung secara online, sehingga petugas di destinasi wisata hanya perlu Mengumpulkan data secara online ini memudahkan untuk menemukan kasus, ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *