Waspadai Resiko Kurang Gerak Karena Jalani Work From Home

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak atau tidak banyak bergerak telah menjadi kebiasaan banyak orang saat ini, bahkan sebelum pandemi COVID-19. Sementara itu, bahkan masyarakat yang aktif hidup pun berjuang untuk aktif secara fisik karena telah menyarankan untuk tinggal di rumah guna membantu menekan penyebaran virus corona baru.

Mungkin tidak semua orang memiliki motivasi untuk melakukan senam di rumah atau yoga dengan begitu banyak hal yang terjadi di sekitar mereka. Mengingat Anda berusia satu bulan dan Anda tidak tahu berapa lama hidup dengan pandemi COVID-19, aktivitas fisik sehari-hari harus dilakukan saat Anda melihat dampak gaya hidup yang tidak banyak bergerak pada kesehatan fisik dan mental Anda.

Berikut 5 risiko gaya hidup kurang gerak yang mempengaruhi kesehatan Anda, seperti dilansir Times Now News.

1. Penambahan berat badan
Salah satu efek yang paling jelas dan umum dari gaya hidup yang tidak banyak bergerak adalah penambahan berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas terkait dengan berbagai masalah kesehatan dan dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2 dan kanker. Lebih dari sekadar mencari rute tertentu, seseorang perlu lebih sadar diet dan memasukkan aktivitas fisik secara teratur ke dalam rutinitas mereka agar tetap sehat secara keseluruhan.

2. Kehilangan fleksibilitas
Semakin banyak Anda duduk dan semakin tidak aktif Anda, semakin besar kemungkinan Anda kehilangan fleksibilitas. Masalah dengan kehilangan kelenturan adalah meningkatkan kemungkinan cedera otot dan membuat otot Anda lebih lemah, yang bisa berbahaya bagi Anda dalam jangka panjang.

3. Risiko osteoporosis
Osteoporosis adalah suatu kondisi di mana tulang menjadi lemah dan lebih mudah patah. Ini umum terjadi pada orang tua, terutama pada wanita pascamenopause. Jika Anda tidak banyak bergerak, risiko osteoporosis dapat meningkat karena olahraga dan aktivitas fisik akan membantu Anda menguat.

4. Meningkatnya kemungkinan kesehatan mental yang buruk
Blokade dan ketidakpastian pandemi telah berdampak buruk pada kesehatan mental. Namun, gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat memperburuk situasi. Orang yang berjalan-jalan dapat melepaskan diri dari faktor stres dalam hidup mereka dan meningkatkan kesadaran. Olahraga juga diketahui dapat melepaskan beberapa hormon kebahagiaan dalam tubuh yang dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya masalah kesehatan mental tersebut.

5. Metabolisme lambat, masalah pencernaan
Metabolisme adalah kecepatan tubuh Anda membakar makanan yang Anda makan untuk energi. Jika Anda tidak bergerak, tubuh Anda akan mendapatkan indikasi bahwa Anda tidak membutuhkan energi dan metabolisme Anda akan melambat. Metabolisme yang lambat dapat menyebabkan hasil seperti penambahan berat badan. Aktivitas fisik juga dapat memengaruhi pencernaan dengan memperlambatnya, yang menyebabkan penambahan berat badan dan masalah perut.

Menurut penelitian, dengan jumlah aktivitas fisik yang tepat dan untuk jangka waktu tertentu, seseorang dapat terhindar dari risiko gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Meskipun berolahraga di gym atau pusat kebugaran mungkin bukan pilihan, gaya hidup aktif tidak harus berupa olahraga berat.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian Anda.

1. Gunakan tangga sebagai pengganti lift.
2. Pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan.
3. Berjalan-jalanlah di taman kapan pun Anda bisa.
4. Berlatih di rumah bersama keluarga agar lebih menyenangkan dan bermanfaat bagi semua orang.
5. Makan makanan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *