Resiko Kebiasaan Buruk Mengigit Kuku Yang Berdampak Buruk

Jika ada noda dari kuku atau tepi kuku yang tidak rata dan bukannya mencari gunting kuku, sebagian orang akan menggigitnya. Mungkin ini karena anggapan bahwa menggigit kuku lebih cepat dan nyaman.
Namun, psikolog klinis Aaron Weiner mengungkap alasan di balik menggigit kuku. Ia mengatakan bahwa orang secara tidak sadar menggigit kuku mereka saat merasa bosan atau stres.

Apakah Anda merasa nyaman menggigit kuku?

Kebiasaan menggigit kuku biasa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun, berapa pun usia Anda, Anda harus segera menyingkirkannya karena bahaya mengintai.

BACA JUGA  Alasan Tertinggi Mengapa Masyarakat Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Berikut bahaya dan risiko menggigit kuku.

1. Banyak bakteri masuk ke dalam tubuh
Tangan adalah alat transportasi bakteri. Bakteri dari berbagai permukaan, mulai dari gagang pintu, ponsel, hingga tombol elevator, berkumpul di tangan. Pada kuku dan di bawah kuku, ini adalah tempat yang paling mungkin di mana berbagai macam bakteri dapat ditemukan. Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Microbiology, area di bawah kuku di sekitar ujung jari mengandung ratusan ribu kuman.

BACA JUGA  Bahan Skincare Sehat Dan Aman Untuk Ibu Hamil Agar Tetap Glowing

Sebuah studi tahun 2007 yang diterbitkan dalam jurnal Oral Microbiology and Immunology menyebut bakteri di bawah kuku adalah sejenis E. coli. Saat Anda menggigit kuku, kuman ini masuk ke tubuh Anda dan mudah terinfeksi. Tidak heran Anda mudah sakit.

Orang yang sering menggigit kuku dapat mengalami demam dan sering mengalami infeksi saluran cerna, kata Nikhil Bhayani, seorang dokter penyakit menular di Texas Health Resource.

2. Risiko infeksi kulit
Mengunyah kuku dan kutikula di sekitar kuku bisa menyebabkan retakan pada kulit. Luka terkecil dapat menjadi titik masuk bakteri dan meningkatkan risiko infeksi.
Jika kebiasaan menggigit kuku merusak lapisan kulit, bakteri dapat menyerang lapisan dalam kulit dan menyebabkan infeksi, kata Bhayani.
Infeksi di sekitar kuku biasanya berwarna merah, lembut, kulit bengkak. Kuku juga menjadi keras dan lebih tebal. Saat kondisinya memburuk, nanah terbentuk di sekitar kuku.

BACA JUGA  Alasan Mengapa Tas Hermes Berharga Fantastis

3. Merusak gigi dan gusi
Kebiasaan menggigit kuku bisa merusak enamel gigi, baik retak maupun patah, kata Heather Kunen, ortodontis dan pendiri Beam Street di Manhattan.
Tidak hanya itu, menurutnya kebiasaan ini juga memungkinkan bakteri menyerang sela-sela gigi dan gusi. Bahkan ada laporan di Journal of Periodontology yang menyebutkan orang yang menggigit kuku sering kali mengalami pergeseran rahang.

4. Bau mulut
Meskipun tidak banyak bukti kuat dalam kasus ini, mereka yang menggigit kuku bisa terkena bau mulut. Kunen mengatakan ketika orang mengonsumsi patogen berbahaya, ada risiko infeksi sistemik dan oral. Konsumsi mikroorganisme ini secara langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan bau mulut atau bau mulut, tambah Kunen.

BACA JUGA  5 Tanaman Hias yang Masih Trend Dan Diburu di Tahun 2021

Leave a Comment